Sosok Taufik Dwi Cahyono, Anak Jenderal TNI yang Menjadi Sorotan Saat Ayahnya Meninggal
Di tengah suasana duka atas kepergian Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno pada Senin (2/3/2026) pagi, sosok Dr. Taufik Dwi Cahyono, MSc menjadi perhatian. Ia adalah putra kedua dari pasangan Try Sutrisno dan Tuti Sutiawati. Taufik dikenal sebagai seorang akademisi yang berkarier sebagai dosen di Universitas Pertahanan (Unhan). Di saat keluarga sedang berduka, ia menjadi penghubung resmi antara keluarga dengan media.
Taufik Dwi Cahyono juga merupakan salah satu dari tujuh anak yang lahir dari pernikahan Try Sutrisno dengan Tuti Sutiawati. Nama-nama lainnya adalah Nora Tristyana MARS, Nori Chandrawati, Letjen TNI Kunto Arief Wibowo, dan Natalia Indrasari. Semua anak ini memiliki peran masing-masing dalam kehidupan pribadi dan profesional.
Kondisi Terakhir Try Sutrisno
Sambil menahan air mata, Taufik menyampaikan kabar duka mengenai kematian ayahnya. Ia menyebutkan bahwa ayahnya telah berpulang ke hadirat Allah SWT. “Kami, atas nama keluarga mengucapkan terima kasih atas perhatian dan doa semua pihak,” ujarnya kepada wartawan.
Menurut Taufik, Try Sutrisno dirawat di RSPAD Gatot Soebroto karena penurunan kondisi kesehatan. Namun, ia memastikan bahwa ayahnya tidak mengidap penyakit serius. “Bapak sudah usia, (kondisi kesehatan) menurun umur segitu. Tidak ada sakit khusus tapi karena sudah usia 90 tahun, menurun kondisinya, dari kemampuan nafasnya, selera makan turun.”
Ia menjelaskan bahwa kondisi Try Sutrisno mulai menurun sejak 16 Februari 2026. “Dirawat sejak 16 Februari. Jadi, cuma tiba-tiba selera makan turun, dikasih obat, dikasih makan. Terus tadi pagi kami dikabari semuanya nge-drop.”
Rencana Pemakaman
Setelah dimandikan dan dikafankan, jenazah Try Sutrisno akan dibawa ke rumah duka di Jalan Purwakarta Nomor 6, Menteng, Jakarta Pusat. Selanjutnya, jenazah akan disemayamkan di sana sebelum dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata setelah disalatkan di Masjid Sunda Kelapa.
Tanggapan dari Pihak Istana dan Kepolisian
Kabar duka ini dibenarkan oleh mantan Kepala RSPAD Letjen TNI (Purn) Albertus Budi Sulistya. “Benar,” ujarnya kepada Kompas.com, Senin.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan dukacita mendalam atas kepergian almarhum Try Sutrisno. “Kita berdukacita sangat mendalam,” kata Prasetyo Hadi kepada wartawan, Senin (2/3/2026).
Sementara itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga menyampaikan dukacita atas meninggalnya Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia Try Sutrisno. “Innalilahi wa innailaihi rajiun, turut berduka cita atas wafatnya almarhum Wapres ke-6 Try Sutrisno. Semoga Almarhum husnul khotimah dan seluruh keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan, aamiin ya rabbal alamin,” ujar Sigit kepada Kompas.com, Senin (2/3/2026).
Sigit menekankan bahwa Try Sutrisno memiliki jasa yang sangat besar selama hidupnya. “Selama hidupnya almarhum telah banyak sekali berjasa selama hidupnya, dan juga menjadi salah satu tokoh senior dan tokoh panutan,” jelasnya.
Peran Taufik Dwi Cahyono dalam Keluarga
Sebagai putra kedua dari Try Sutrisno, Taufik Dwi Cahyono tidak hanya menjadi representasi keluarga dalam momen penting seperti ini, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai pendidikan dan dedikasi. Sebagai dosen di Universitas Pertahanan, ia membawa ilmu yang didapatnya untuk memberikan kontribusi positif bagi bangsa.
Dengan latar belakang akademis dan kepedulian terhadap keluarga, Taufik menjadi contoh bagi generasi muda. Ia tidak hanya melanjutkan tradisi keluarga yang baik, tetapi juga membuktikan bahwa keberhasilan bisa diraih melalui jalur pendidikan dan kerja keras.





