Tawuran Remaja di Genuk Semarang Viral di Media Sosial
Video tawuran remaja di kawasan Genuk, Semarang, telah menyebar luas di media sosial. Peristiwa ini diduga melibatkan sejumlah remaja dari wilayah Mranggen, Kabupaten Demak. Akibat kejadian tersebut, pihak kepolisian meningkatkan patroli guna mencegah terulangnya tawuran, terutama menjelang sahur dan subuh.
Pada Sabtu (28/2/2026), belasan remaja diamankan setelah video tawuran yang terekam kamera pengawas atau CCTV beredar. Kejadian itu terjadi di kawasan Kwaron, Kelurahan Bangetayu Kulon, Kecamatan Genuk, Kota Semarang. Video tersebut menjadi viral di media sosial, sehingga memicu pengejaran oleh pihak kepolisian terhadap para pelaku.
Dalam video yang beredar, terlihat dua motor masing-masing dinaiki tiga orang, melakukan aksi saling kejar di jalan kampung. Ketegangan memuncak ketika salah satu motor kehilangan kendali dan menghantam pengendara lain di mulut gang. Situasi yang awalnya hanya kejar-kejaran berubah menjadi pengeroyokan di tengah jalan. Salah satu pelaku diduga membawa senjata tajam.
Berdasarkan penelusuran polisi, bentrokan tersebut melibatkan remaja asal Bangetayu Wetan, Genuk, dengan kelompok pemuda dari wilayah Mranggen, Kabupaten Demak. Perselisihan dipicu oleh tantangan melalui media sosial yang kemudian berujung pada pertemuan fisik.
Kapolsek Genuk, Kompol Rismanto, mengonfirmasi kejadian tersebut. Ia menyebut bahwa tawuran antara anak-anak Bangetayu Wetan dengan anak-anak Mranggen, Demak. Menurut dia, remaja dari Genuk sempat terdesak karena kalah jumlah lalu berusaha menyelamatkan diri.
Pihak kepolisian masih mendalami identitas kelompok dari Demak karena jejak komunikasi di media sosial telah dihapus. Sebanyak 11 remaja asal Genuk yang teridentifikasi terlibat langsung telah diamankan untuk pembinaan. Mereka dipanggil bersama orangtua masing-masing dan diminta membuat surat pernyataan. Sebagian besar dari mereka masih duduk di bangku SMA dan SMK.
Dalam peristiwa tersebut, polisi tidak menyita senjata tajam dari kelompok Genuk. Dugaan adanya senjata tajam disebut berasal dari pihak lawan dan tidak ditemukan saat penanganan.
Patroli Diperketat Selama Ramadan
Selama bulan Ramadan, patroli malam di wilayah Genuk diperketat. Namun, pola tawuran yang berpindah-pindah lokasi menjadi tantangan tersendiri bagi petugas. Aksi kerap terjadi menjelang dini hari, bahkan mendekati waktu sahur.
“Kemarin (patroli) difokuskan di Bangetayu Kulon yang di Jembatan Sukarela, ternyata tawurannya pindah-pindah,” kata Kompol Rismanto. “Biasanya, menjelang subuh jam 02.00-03.00 WIB,” imbuhnya.
Kapolsek mengingatkan para orangtua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak, khususnya saat malam dan hari libur, guna mencegah keterlibatan dalam tawuran, balap liar, maupun perilaku menyimpang lainnya.





