Kekacauan di Iran: Bentrokan Mahasiswa dan Tindakan Diplomatik yang Memburuk
Ketegangan politik dan sosial di Iran kembali mencuat pada akhir pekan ini dengan dua peristiwa signifikan yang menunjukkan tekanan domestik dan konflik diplomatik internasional yang meningkat. Dalam situasi yang semakin memburuk, ratusan mahasiswa Iran terlibat bentrokan dengan aparat keamanan saat hari pertama tahun akademik di beberapa universitas di Teheran, termasuk Sharif University of Technology.
Aksi ini merupakan bagian dari protes anti-pemerintah yang terus berlangsung sejak akhir Desember 2025, setelah gelombang demonstrasi besar meletus di berbagai kota di Iran menentang kebijakan rezim dan kondisi ekonomi negara. Dalam video yang beredar di media sosial, mahasiswa terlihat berhadapan langsung dengan anggota pasukan paramiliter seperti Basij, sambil meneriakkan slogan anti-pemerintah dan menyerukan perubahan.
Demonstrasi ini dipicu oleh duka atas warga yang tewas dalam kerusuhan sebelumnya, ketika puluhan ribu orang tewas dan ratusan ribu lainnya mengalami luka-luka dalam putaran protes besar yang melanda Iran sejak akhir tahun lalu. Meski awalnya aksi berlangsung damai saat memperingati mereka yang gugur dalam gelombang demonstrasi sebelumnya, bentrokan itu mencerminkan ketegangan yang terus memanas antara aktivis mahasiswa dan aparat keamanan yang berusaha membatasi protes di kampus.
Iran Merespons Tindakan Uni Eropa
Sementara tekanan domestik meningkat, pemerintah Iran juga mengambil langkah diplomatik yang tajam terhadap Uni Eropa (UE). Pada 21 Februari 2026, Kementerian Luar Negeri Iran mengumumkan keputusan untuk menyatakan angkatan laut dan angkatan udara dari semua negara anggota UE sebagai “entitas teroris”.
Langkah ini merupakan respons langsung terhadap keputusan UE beberapa hari sebelumnya yang memasukkan Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) – pasukan elit Iran – ke dalam daftar organisasi teroris UE. Dalam pernyataannya, Iran menyebut keputusan UE itu “tidak sah dan tidak berdasar”, mengklaim bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa dan hukum internasional.
Teheran juga menegaskan tindakan balasan ini berdasarkan hukum domestik Iran yang mengatur adanya langkah timbal balik terhadap negara atau entitas yang mendukung penetapan IRGC sebagai organisasi teroris. Penetapan tersebut meliputi seluruh cabang udara dan laut negara-negara UE, sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya dan berpotensi memperburuk hubungan Iran dengan blok tersebut.
Kekhawatiran Hukum Internasional dan Hak Asasi Manusia
UE sendiri sebelumnya memperluas daftar kelompok dan individu yang dikenai sanksi seiring meningkatnya kekhawatiran tentang catatan hak asasi manusia Iran, termasuk crackdowns terhadap protes domestik akhir-akhir ini. Tindakan Iran terhadap angkatan laut dan udara UE menjadi isu yang memperkuat ketegangan diplomatik antara kedua pihak.
Pernyataan resmi Iran menunjukkan bahwa pihaknya akan terus bersikeras dalam menolak penggunaan istilah “teroris” terhadap IRGC, meskipun hal ini telah menjadi kontroversi global. Dengan tindakan balasan yang diambil, Iran menunjukkan kemampuan untuk merespons secara cepat terhadap tekanan internasional, sekaligus memberi peringatan bagi negara-negara yang dianggap mendukung tindakan tersebut.
Konsekuensi yang Mengancam
Tindakan Iran terhadap angkatan laut dan udara UE dapat memiliki dampak luas, baik secara diplomatis maupun operasional. Jika diterapkan, langkah ini bisa memengaruhi kebijakan luar negeri UE terhadap Iran, serta memperburuk hubungan bilateral yang sudah rapuh. Di sisi lain, peningkatan ketegangan di dalam negeri juga menunjukkan bahwa masalah ekonomi dan kebebasan sipil masih menjadi isu utama yang tidak terselesaikan.
Dengan situasi yang terus memburuk, dunia internasional mulai memperhatikan lebih dekat perkembangan di Iran, terutama terkait potensi konflik yang bisa melebar ke skala regional. Kedua pihak, baik Iran maupun UE, akan terus berusaha mempertahankan posisi mereka, sementara rakyat Iran, khususnya mahasiswa, tetap menjadi pihak yang paling terdampak oleh situasi ini.





