Temui Gubernur, Bupati Parosil Bahas Sekolah dan Jalan Rusak

2 1 2
2 1 2

Pertemuan Bupati Lampung Barat dengan Gubernur Lampung

Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus, melakukan pertemuan dengan Gubernur Lampung untuk membahas sejumlah program prioritas daerah. Pembahasan mencakup rencana pembangunan Sekolah Rakyat, relokasi gajah liar, penanganan infrastruktur, dan peningkatan pendapatan daerah.

Pertemuan tersebut berlangsung di ruang kerja Gubernur Lampung pada Senin (2/3/2026). Salah satu fokus utama dalam pertemuan ini adalah rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Lampung Barat. Saat ini, sekolah tersebut masih menghadapi kendala terkait ketersediaan lahan. Bupati menyatakan bahwa pihaknya membutuhkan lahan seluas lebih dari lima hektare untuk pembangunan sekolah tersebut. Namun, keterbatasan lahan milik pemerintah kabupaten menjadi hambatan utama.

Menurut Bupati, Pemerintah Provinsi Lampung telah memberikan izin penggunaan lahan yang dibutuhkan. Ia berharap tidak ada lagi kendala dalam proses pembangunan Sekolah Rakyat.

Selain itu, konflik antara manusia dan gajah yang telah terjadi sejak tahun 1990-an juga menjadi topik pembahasan. Keberadaan kelompok gajah liar, yang dikenal masyarakat sebagai kelompok “jambul” dan “bunga”, masih menjadi masalah di Lampung Barat. Untuk mengurangi konflik tersebut, Pemerintah Kabupaten Lampung Barat mengusulkan relokasi gajah-gajah tersebut ke kawasan konservasi. Relokasi direncanakan dilakukan ke Taman Nasional Way Kambas agar konflik dengan warga dapat diminimalisasi.

Di sektor infrastruktur, Bupati Lampung Barat juga mengusulkan perbaikan sejumlah ruas jalan penghubung antarwilayah yang kondisinya dinilai memprihatinkan. Beberapa ruas jalan yang menjadi prioritas antara lain Jalan Subur Jaya menuju Kabupaten Tanggamus, Jalan Sukabumi menuju Tanggamus, serta ruas Way Mengaku menuju OKU Selatan. Meskipun perbaikan jalan tersebut sudah masuk dalam APBD, anggaran yang tersedia masih terbatas.

Bupati menyebut bahwa Gubernur Lampung telah berkomitmen untuk membantu penanganan ruas jalan yang kondisinya rusak berat. Ia berharap ruas-ruas jalan tersebut akan ditangani pada tahun ini.

Selain infrastruktur, peningkatan pendapatan daerah juga menjadi fokus pembahasan, khususnya dari sektor pertambangan galian C seperti pasir dan batu. Bupati Lampung Barat meminta agar perizinan bagi para pengusaha galian C dapat dipermudah agar dapat meningkatkan pendapatan daerah. Ia menyebut sejumlah lokasi potensial galian C berada di Kecamatan Batu Brak, Sukau, dan Balik Bukit.

Namun demikian, pihaknya menerima informasi bahwa sejumlah permohonan izin usaha pertambangan belum diajukan secara resmi. Menurut Bupati, keluhan pengusaha terkait sulitnya perizinan kemungkinan disebabkan oleh miskomunikasi di lapangan. Karena itu, ia meminta dinas terkait untuk melakukan sosialisasi mengenai kemudahan perizinan kepada para pelaku usaha.

Fokus pada Peningkatan Pendapatan Daerah

Selain itu, komoditas kopi yang menjadi unggulan Lampung Barat juga turut dibahas dalam pertemuan tersebut. Pemerintah daerah mendorong adanya hilirisasi kopi untuk meningkatkan nilai tambah produk. Bupati berharap Pemerintah Provinsi Lampung dapat memberikan dukungan berupa bantuan alat roasting dan fasilitas pendukung lainnya guna meningkatkan kualitas kopi Lampung Barat.

Menurutnya, hilirisasi kopi diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat Lampung Barat. Dengan peningkatan kualitas dan nilai tambah produk, diharapkan kopi lokal dapat bersaing di pasar nasional maupun internasional.


Pos terkait