Tengah Ramadan, Dapur Warga Cirebon Masih Kewalahan

Aa1xp9ak 1
Aa1xp9ak 1

Harga Kebutuhan Pokok di Kabupaten Cirebon Masih Tinggi

Pada hari ke-13 Ramadan, harga sejumlah kebutuhan pokok di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat masih terpantau tinggi. Meskipun beberapa komoditas seperti cabai dan bawang mengalami penurunan, secara umum harga masih belum mampu mengurangi beban belanja masyarakat.

Data Harga Beras yang Terus Naik

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional, harga beras di berbagai kategori masih menunjukkan kenaikan tipis. Berikut rinciannya:

  • Beras kualitas bawah I: Rp13.950 per kilogram
  • Beras kualitas bawah II: Rp13.400 per kilogram
  • Beras medium I: Rp15.200 per kilogram
  • Beras medium II: Rp14.550 per kilogram
  • Beras kualitas super I: Rp16.800 per kilogram
  • Beras kualitas super II: Rp15.850 per kilogram

Kenaikan rata-rata mencapai Rp50 per kilogram dibanding hari sebelumnya. Pedagang beras di Pasar Sumber, Rani (43), menyatakan bahwa harga dari distributor belum menunjukkan penurunan. “Naiknya memang tipis, tapi sudah hampir dua pekan bertahan di harga sekarang,” ujarnya.

Di Pasar Pasalaran, beberapa pedagang juga menyebut permintaan beras stabil selama Ramadan, tetapi suplai yang belum sepenuhnya longgar membuat harga sulit turun. Hal ini menjadikan beras sebagai salah satu komoditas utama yang memberi tekanan pada belanja rumah tangga.

Harga Gula dan Minyak Goreng yang Masih Tinggi

Selain beras, harga gula pasir juga masih tinggi. Gula premium tercatat Rp19.000 per kilogram, sedangkan gula lokal Rp18.050 per kilogram. Kedua jenis gula ini mengalami kenaikan sekitar Rp50 per kilogram.

Minyak goreng curah berada di angka Rp20.550 per kilogram, sementara minyak kemasan bermerek berkisar antara Rp21.300 hingga Rp21.950 per kilogram. Meski stabil, minyak belum menunjukkan tren penurunan.

Fluktuasi Harga Komoditas Protein Hewani

Komoditas protein hewani seperti daging ayam dan telur mengalami fluktuasi. Daging ayam ras segar dijual Rp40.650 per kilogram, turun sekitar Rp900. Telur ayam ras Rp31.250 per kilogram atau turun Rp150. Namun, harga daging sapi masih tinggi. Daging sapi kualitas I dijual Rp150.700 per kilogram, sedangkan kualitas II seharga Rp141.800 per kilogram, bahkan mengalami kenaikan tipis.

Dedi (52), pedagang daging di Pasar Pasalaran, mengatakan bahwa harga daging sapi belum menunjukkan tanda-tanda penurunan. “Biasanya mendekati Lebaran malah naik lagi,” ujarnya.

Penurunan Harga Cabai dan Bawang

Sementara itu, harga cabai yang sebelumnya melonjak kini mulai terkoreksi. Berikut penurunan yang terjadi:

  • Cabai merah besar: Rp42.000 per kilogram
  • Cabai merah keriting: Rp43.550 per kilogram
  • Cabai rawit hijau: Rp51.200 per kilogram
  • Cabai rawit merah: Rp93.150 per kilogram

Penurunan berkisar 10 hingga hampir 18%. Namun, pedagang menilai harga tersebut masih relatif mahal bagi sebagian konsumen. Lina (38), pedagang sayur di Pasar Sumber, menyatakan bahwa meski harga turun dari minggu lalu, harga cabai rawit merah yang hampir Rp100.000 tetap tinggi.

Untuk bawang, bawang merah ukuran sedang tercatat Rp46.550 per kilogram, turun sekitar Rp2.600. Bawang putih ukuran sedang Rp39.900 per kilogram, turun sekitar Rp650.

Pengeluaran Rumah Tangga Masih Tinggi

Meski ada penurunan pada beberapa komoditas, total pengeluaran harian masyarakat masih terasa tinggi. Sejumlah pembeli mengaku tetap mengatur ulang daftar belanja. Siti (35), warga Kecamatan Talun, mengatakan pengeluaran selama Ramadan meningkat. “Tetap terasa mahal. Walau ada yang turun, total belanja masih besar karena kebutuhan juga lebih banyak.”

Secara umum, harga kebutuhan pokok di Kabupaten Cirebon belum sepenuhnya stabil di level rendah. Kenaikan tipis pada beras dan gula, serta bertahannya harga daging sapi di level tinggi, membuat tekanan belanja rumah tangga masih terasa. Jika tidak ada intervensi pasokan atau operasi pasar tambahan, harga berpotensi tetap tinggi hingga mendekati Idulfitri.

Pos terkait