Ternyata benar, kasus penipuan nyata seperti The Art of Sarah

Aa1wpmg3
Aa1wpmg3

Drama Korea The Art of Sarah dan Kisah Nyata yang Mirip

Drama Korea The Art of Sarah menceritakan kisah seorang perempuan yang sukses membangun merek tasnya sendiri dengan berbagai cara yang tidak terduga. Identitasnya yang misterius membuat penonton semakin penasaran tentang siapa sebenarnya Sarah Kim. Drama ini viral di media sosial, dan netizen menemukan bahwa ada beberapa kasus penipuan dengan pola serupa yang dilakukan oleh seseorang bernama Sarah Kim.

Berikut adalah beberapa kisah nyata yang mirip dengan alur drama tersebut:

1. Merek Vincent & Co. yang Pernah Terkenal di Korea Selatan



Pada tahun 2006, laporan dari media Korea Selatan JoongAng Daily menyebutkan bahwa Lee Dong Jin, yang juga dikenal sebagai Phillip Lee, membuka kantor dan toko jam di Seoul pada Mei 2005 di bawah perusahaan dan merek dagang Vincent & Co. Ia mempromosikan jam tersebut kepada kalangan kaya dan selebritas di kawasan Gangnam melalui pesta-pesta mewah. Jam itu diklaim sebagai arloji mewah Swiss yang hanya dipakai oleh 1 persen populasi dunia.

Lee Dong Jin bahkan diduga mengiklankan bahwa jam tersebut dibeli oleh Ratu Elizabeth II, Putri Diana, dan Grace Kelly. Di situs portal internet, ia menulis pertanyaan tentang di mana membeli jam Vincent itu lalu menjawabnya sendiri untuk menciptakan kesan eksklusif. Strategi ini membuat pesanan membludak hingga pelanggan dimasukkan ke daftar tunggu dengan alasan jam dibuat secara handmade dan tidak diproduksi massal.

Beberapa artis seperti Ryu Seung Beom, Lee Jung Jae, dan Ha Yu Mi sempat muncul di berbagai media mengenakan jam tangan tersebut.

2. Kebenaran di Balik Jam Vincent & Co.



Arloji itu akhirnya terungkap dibuat di Siheung, Provinsi Gyeonggi, dengan komponen yang diimpor dari China. Bagi pelanggan yang meminta sertifikat impor, tersangka mengirim produknya ke Swiss terlebih dahulu lalu mengekspornya kembali ke Korea. Kasus ini baru mencuat ketika keaslian produk mulai dipertanyakan.

CEO Juno Hair, Hwang Sok Ki, yang membeli hak keagenan senilai 1 miliar won (sekitar Rp11,5 miliar) dari Lee, menuntut pengembalian dana dan menggugatnya. Polisi menyebut, sejak Maret 2005 Lee sudah berhasil meraup 700 juta won (sekitar Rp8 miliar) dari penjualan sekitar 300 jam yang biaya produksinya hanya 80 ribu hingga 3 juta won (sekitar Rp900 ribu–Rp34 juta). Ia juga diduga menerima tambahan 156,7 juta won (sekitar Rp1,8 miliar) dari empat orang yang dijanjikan hak waralaba.

3. Penipu Anna Sorokin atau Anna Delvey di Kalangan Elite



Sementara itu, dari laporan BBC, Anna Sorokin alias Anna Delvey adalah perempuan asal Rusia yang menyamar sebagai pewaris kaya raya asal Jerman demi menembus lingkaran elite New York. Dengan gaya hidup glamor, pakaian desainer, dan jaringan pertemanan kelas atas, ia berhasil meyakinkan banyak orang bahwa dirinya tengah menyiapkan proyek klub seni eksklusif bernilai jutaan dolar.

Ia juga kerap menginap di hotel mewah, bepergian dengan jet pribadi, dan membangun relasi dengan sosialita hingga pelaku industri kreatif. Di balik citra mewah itu, Anna ternyata melakukan serangkaian penipuan finansial, termasuk memalsukan dokumen keuangan untuk mendapatkan pinjaman bank dan menunggak tagihan hotel serta perjalanan.

Pada 2019, ia dinyatakan bersalah atas berbagai tuduhan penipuan dan pencurian, lalu dijatuhi hukuman penjara di Amerika Serikat. Kisahnya yang sensasional kemudian diangkat menjadi serial populer Inventing Anna di Netflix.

Meski memiliki kemiripan pola dan modus yang mirip, belum ada pernyataan resmi dari penulis maupun tim produksi bahwa kisah The Art of Sarah terinspirasi langsung dari kasus nyata tersebut.

Pos terkait