Ternyata Truk Tangki Jatuh ke Sungai, Bukan Suara Mercon

Img 20220616 Wa0017
Img 20220616 Wa0017

Kecelakaan Truk Tangki di Tol Jombang-Mojokerto

Pada Minggu (1/3/2026), terjadi kecelakaan yang menimpa truk tangki bermuatan solar di Tol Jombang-Mojokerto (Jomo) KM 707+400/A, Jawa Timur. Truk tersebut terjun ke sungai dari jalan tol, menimbulkan berbagai dampak yang mengkhawatirkan.

Truk tangki dengan nomor polisi L 8273 NH yang melaju dari arah barat (Jombang) menuju Surabaya diduga mengalami kecelakaan akibat sopir yang diduga mengantuk. Akibatnya, kendaraan tidak terkendali dan menabrak tiga pembatas jalan dari beton barrier sebelum akhirnya terjun ke sungai irigasi sekitar 4-5 meter dari atas jalan tol.

Dampak Kecelakaan

Muatan solar truk tangki yang berkapasitas sekitar 8.000 liter tumpah ke jalan dan sungai, sehingga berpotensi mencemari lingkungan. Solar yang tumpah juga berisiko mengganggu saluran irigasi pertanian di Desa Kemantren, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto.

Warga setempat langsung melakukan upaya pencegahan dengan memungut solar yang tumpah di jalan paving agar tidak semakin menyebar ke aliran sungai. Mereka menyadari bahwa solar yang masuk ke sungai dapat membahayakan persawahan warga.

Penanganan Kecelakaan

Sopir truk, bernama Surono (36), warga Ngambel, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, berhasil ditolong oleh warga setelah terkapar di jalan paving dekat sungai. Ia kemudian dievakuasi menggunakan mobil patroli Polsek Gedeg ke RSUD RA Basoeni, Gedeg, Mojokerto.

Menurut Kapolsek Gedeg, AKP Sukaren, kondisi jalan yang tidak memungkinkan membuat pihak kepolisian harus segera melakukan evakuasi untuk keselamatan korban. “Korban kita evakuasi menggunakan mobil patroli, mengingat kondisi jalan yang tidak memungkinkan dan demi kecepatan untuk keselamatan sopir agar segera mendapat penanganan medis,” ujarnya.

Peristiwa yang Menghebohkan Warga

Seorang warga setempat, Habib, mengatakan bahwa suara dentuman keras yang awalnya dikira mercon ternyata merupakan kecelakaan truk tangki yang nyemplung ke sungai. Masyarakat langsung keluar rumah untuk menolong sopir yang mengalami luka patah kaki.

Habib juga menjelaskan bahwa warga berinisiatif memungut solar yang berceceran di jalan paving agar tidak masuk ke aliran sungai. “Solar tumpah ke jalan mengalir langsung ke sungai, bukan mengambil, tapi luru (mencari),” tukasnya.

Potensi Cemaran Lingkungan

Diketahui, muatan solar sekitar 8.000 liter yang tumpah ke jalan dan sungai memiliki potensi besar untuk mencemari lingkungan sekitar. Pihak kepolisian telah melakukan konfirmasi ke pihak PT yang bersangkutan, namun hingga saat ini belum ada respons resmi dari pemilik truk tangki.

AKP Sukaren juga menekankan pentingnya upaya masyarakat untuk meminimalisir dampak pencemaran. “Mengingat ini aliran ke pertanian, agar tidak terlalu berdampak pada persawahan warga memungut solar yang tumpah di jalan,” jelasnya.

Kesimpulan

Kecelakaan truk tangki di Tol Jombang-Mojokerto menjadi peringatan akan pentingnya kesadaran pengemudi dalam berkendara. Selain itu, kejadian ini juga menunjukkan kerja sama masyarakat dalam menangani dampak lingkungan yang bisa terjadi akibat kecelakaan seperti ini.


Pos terkait