Terus Peluk Jasad Anak di Puing-Ruin Ledakan Petasan

Aa1xkai2 1
Aa1xkai2 1

Ledakan Petasan Hancurkan Rumah di Ponorogo, Satu Korban Tewas

Ledakan petasan yang terjadi di rumah Minten di Dusun Cuwet, Desa Plosojenar, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Minggu (1/3/2026) sore menjelang magrib, menyebabkan kerusakan parah pada bangunan dan menewaskan satu orang serta melukai dua lainnya. Kejadian ini memicu rasa duka yang mendalam bagi keluarga korban dan warga sekitar.

Kerusakan Parah pada Bangunan

Rumah Minten yang menjadi lokasi ledakan mengalami kerusakan yang sangat parah. Genteng rumah rontok, kusen pintu ambrol, dan sejumlah kendaraan roda dua yang terparkir di halaman juga rusak berat. Kasatreskrim Polres Ponorogo, AKP Imam Mujali, menyatakan bahwa kerusakan mencapai 50 persen dari total struktur bangunan. Ia mengungkapkan hal tersebut saat berada di lokasi kejadian.

Korban yang Terluka dan Meninggal Dunia

Menurut AKP Imam, tiga orang menjadi korban dalam peristiwa ini. Salah satu korban meninggal dunia di tempat kejadian, sedangkan dua lainnya mengalami luka bakar yang cukup serius.

Korban pertama adalah Rifai Kurnia Putra (16), seorang pelajar SMP yang merupakan anak dari pemilik rumah. Rifai meninggal dunia akibat luka yang sangat parah. Sementara itu, korban kedua, Ahmad, warga Desa Morosari, Kecamatan Sukorejo, mengalami luka bakar sebesar 90 persen dan harus dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Harjono. Sebelumnya, ia sempat dibawa ke RSUD Bantarangin.

Korban ketiga adalah Hindar Agusta, warga Desa Plosojenar, Kecamatan Kauman, yang mengalami luka bakar sebesar 16 persen dan juga dirawat di RSUD Harjono.

Suasana Haru di Lokasi Kejadian

Suasana haru menyelimuti rumah Minten yang hancur. Minten, ibu dari Rifai, tak henti memeluk jasad anaknya yang meninggal dunia akibat ledakan petasan. Ia seperti tidak ingin melepaskan dekapannya, bahkan saat pihak polisi melakukan visum awal.

Jasad Rifai kemudian dibawa ke kamar jenazah RSUD dr Harjono Ponorogo. Seorang saksi mata, Siswanto, mengungkapkan bahwa ketika ia tiba di lokasi, ibu korban masih memeluk jasad anaknya. Menurutnya, saat itu, Rifai dan Ahmad masih hidup. Rifai dipeluk oleh ibunya, sementara Ahmad dibawa ke RSUD Bantarangin menggunakan sepeda motor miliknya.

Penyebab Ledakan Masih Dalam Penyelidikan

Sampai saat ini, penyebab pasti dari ledakan tersebut masih dalam penyelidikan oleh pihak berwajib. Namun, informasi awal menyebutkan bahwa ledakan terjadi akibat petasan yang disimpan atau digunakan di dalam rumah. Selain itu, diperlukan investigasi lebih lanjut untuk mengetahui apakah ada faktor kesalahan penggunaan atau kecelakaan teknis yang menyebabkan ledakan tersebut.

Peristiwa ini menjadi peringatan penting tentang risiko penggunaan bahan peledak yang tidak aman, terutama di lingkungan permukiman. Masyarakat diharapkan lebih waspada dan mematuhi aturan penggunaan alat-alat yang bisa menimbulkan bahaya.

Pos terkait