Tiga Berita Terpopuler Malut: Dana Nasabah Raib Rp5 Miliar, Jalan Bibinoi-Wayatim Diperhatikan

Aa1xe10b
Aa1xe10b

Tiga Berita Populer Maluku Utara yang Menarik Perhatian Masyarakat

Berikut adalah tiga berita populer yang menjadi perhatian masyarakat di Maluku Utara pada hari ini, Sabtu (28/2/2026). Berita-berita tersebut mencakup isu-isu penting yang berkaitan dengan perekonomian, keuangan, dan infrastruktur.

Tolak Pengalihan Rute Kapal ke Pelabuhan Ahmad Yani Ternate, Pelaku Usaha Pasar Dufa-Dufa Demo



Ratusan pelaku usaha dan pekerja di Pasar Dufa-Dufa, Kecamatan Ternate Utara, Kota Ternate, Maluku Utara menggelar aksi unjuk rasa pada Kamis (26/2/2026). Mereka menuntut kejelasan terkait kebijakan perubahan rute operasional KM Cahaya Nusantara dan KM Queen Mary dari Pelabuhan Sultan Mudjafar Syah II ke Pelabuhan Ahmad Yani.

Dalam orasinya, salah satu perwakilan massa, Asrun, menegaskan bahwa Pelabuhan Sultan Mudjafar Syah II bukan sekadar titik sandar kapal, melainkan urat nadi perekonomian masyarakat Dufa-Dufa. Aksi ini dilakukan karena kekhawatiran pengalihan rute akan berdampak negatif terhadap aktivitas perdagangan dan ekonomi masyarakat setempat.

Uang Nasabah Raib Rp 5 Miliar, Bank Mandiri KCP Ternate Lepas Tangan?



Ismet Baradi, seorang nasabah Bank Mandiri KCP Ternate, Maluku Utara, meminta keadilan setelah uangnya sebesar Rp 5 miliar hilang dari rekening tabungan. Hal ini disampaikan oleh Penasehat Hukumnya, Supriadi Hamisi, kepada media pada Jumat (27/2/2026).

Supriadi Hamisi menjelaskan bahwa setelah kliennya mengetahui uangnya hilang, kliennya dan pihak bank langsung melakukan pertemuan. Namun, hingga saat ini belum ada penyelesaian yang jelas. Ismet merasa diperlakukan tidak adil oleh pihak bank, sehingga ia meminta pihak berwenang untuk turun tangan dan memberikan keadilan.

Pasien Melahirkan Nyaris Jadi Korban, Sherly Laos Diminta Atensi Jalan Bibinoi–Wayatim Halsel



Forum Pelajar Mahasiswa (Forpmasi) Wayatim mengecam Pemprov Maluku Utara karena tak kunjung membangun jalan dan jembatan di ruas Bibinoi-Wayatim Kecamatan Bacan Timur Tengah, Halmahera Selatan. Ruas jalan provinsi ini menghubungkan lima desa, yakni Bibinoi, Tabapoma, Tutupa, Tomara, dan Wayatim.

Badan jalan sudah dibuka pada 2015 silam, tetapi hingga kini, jalan tersebut belum diaspal. Begitu juga jembatan penyeberangan di dua sungai yang menghubungkan lima desa tersebut. Keadaan ini menyebabkan kesulitan bagi masyarakat dalam beraktivitas sehari-hari.

Salah satu contoh kasus yang menunjukkan betapa pentingnya pembangunan jalan ini adalah ketika seorang pasien melahirkan nyaris menjadi korban akibat sulitnya akses ke fasilitas kesehatan. Forpmasi Wayatim meminta pemerintah provinsi untuk segera menyelesaikan pembangunan jalan dan jembatan tersebut agar masyarakat dapat hidup lebih nyaman dan aman.

Pos terkait