Tiga Sekolah di Desa Pakawa Belum Merasakan Manfaat Program Makan Bergizi Gratis
Di Desa Pakawa, Kecamatan Pasangkayu, Kabupaten Pasangkayu, tiga sekolah yang terdiri dari jenjang TK, SD, dan SMP belum menerima manfaat dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Meskipun dapur MBG telah selesai dibangun sejak Desember 2025 lalu, hingga kini belum ada tanda-tanda bahwa program tersebut akan segera beroperasi.
Warga dan orang tua siswa di wilayah tersebut mengungkapkan kekecewaan mereka karena belum mendapatkan informasi resmi mengenai alasan penundaan program ini. Menurut Caca, salah satu warga setempat, mereka sudah menunggu-nunggu kejelasan selama beberapa bulan, tetapi sampai saat ini belum ada jawaban yang memuaskan.
“Kami sudah lama menantikan informasi tentang operasional dapur MBG. Namun, sampai sekarang belum juga jalan,” ujar Caca saat dikonfirmasi.
Dapur MBG yang telah rampung dibangun sejak Desember 2025 lalu terlihat siap digunakan. Namun, hingga kini, tidak ada aktivitas apapun yang dilakukan di dalamnya. Hal ini membuat banyak orang tua murid merasa khawatir dan bertanya-tanya tentang masa depan program tersebut.
Caca menyebutkan, banyak orang tua siswa yang berharap program ini bisa segera berjalan. Selain membantu pemenuhan gizi anak-anak, program MBG juga diharapkan dapat memberikan peluang kerja bagi warga sekitar. Beberapa warga bahkan ingin mendaftar sebagai pekerja di dapur tersebut.
“Kami juga berharap bisa mendaftar sebagai pekerja di dapur itu. Tapi sampai sekarang belum ada informasi resmi,” tambahnya.
Pihak sekolah dan masyarakat masih belum mendapatkan penjelasan pasti mengenai kendala atau alasan penundaan operasional dapur MBG. Para orang tua siswa pun mempertanyakan kapan program tersebut akan mulai direalisasikan, mengingat sekolah-sekolah lain di wilayah Kabupaten Pasangkayu disebut sudah mulai menerima manfaatnya.
Harapan Warga untuk Kejelasan Segera Datang
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai jadwal operasional dapur MBG di Desa Pakawa maupun kendala yang dihadapi. Warga berharap pemerintah daerah segera memberikan kejelasan agar program yang dinanti-nantikan tersebut dapat segera berjalan dan dirasakan manfaatnya oleh para siswa di Desa Pakawa.
Beberapa isu yang muncul antara lain berkaitan dengan pengadaan bahan baku, tenaga kerja, atau masalah administratif. Namun, hingga saat ini, semua dugaan tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya.
Warga dan orang tua siswa berharap agar pihak berwenang segera memberikan jawaban yang jelas dan transparan. Dengan adanya kejelasan, mereka yakin akan lebih mudah untuk bersiap dan mempersiapkan diri menghadapi realisasi program tersebut.
Selain itu, mereka juga berharap program MBG dapat berjalan secara efektif dan berkelanjutan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh siswa di Desa Pakawa.





