Tiga Unit Bisnis Pertamina Terdampak Gejolak Timur Tengah

Aa1gusak 1
Aa1gusak 1

Pertamina Memetakan Tiga Unit Bisnis Strategis di Tengah Dinamika Geopolitik

PT Pertamina (Persero) telah memetakan tiga unit bisnis strategisnya yang terkait langsung dengan dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah. Ketiga unit tersebut meliputi PT Pertamina International Shipping (PIS) yang bergerak di sektor pengangkutan, Pertamina Internasional EP (PIEP) yang beroperasi di Basra, Irak, serta Pertamina Patra Niaga yang mengelola pengadaan minyak mentah. Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas pasokan energi nasional dalam situasi yang terus berubah.

Pertamina menegaskan komitmennya untuk menjaga keberlanjutan operasional dan keselamatan pekerja. Fokus utama saat ini adalah penguatan mitigasi risiko serta pemantauan intensif terhadap seluruh aspek operasional di kawasan tersebut.

Seluruh Pekerja dan Armada di Timur Tengah Dalam Pantauan Intensif

Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menyampaikan bahwa kondisi seluruh pekerja, operasional, hingga armada yang berada di kawasan Timur Tengah terpantau secara intensif. Perusahaan juga telah menyiapkan langkah mitigasi risiko untuk menghadapi berbagai kemungkinan di lapangan.

Pihaknya terus menjalin komunikasi erat dengan Kementerian Luar Negeri, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI), atau Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) serta otoritas setempat.

“Pertamina juga telah menyiapkan langkah mitigasi risiko serta memperkuat komunikasi dengan Kementerian Luar Negeri, KBRI, KJRI dan otoritas setempat guna menjaga kelancaran operasional dan keamanan kru,” kata Baron dalam keterangan tertulis, Sabtu (1/3/2026).

Optimalkan Kilang Domestik dan Diversifikasi Pasokan

Untuk menjaga ketahanan energi nasional, Pertamina juga memanfaatkan portofolio sumber pasokan yang beragam, baik dari dalam negeri maupun mitra luar negeri. Diversifikasi memberikan fleksibilitas tinggi dalam mengelola suplai di tengah ketidakpastian situasi global.

Pertamina juga memaksimalkan operasional kilang di dalam negeri demi menjaga keseimbangan produksi dan distribusi. Baron menegaskan pengawasan akan terus diperketat agar ketersediaan BBM serta LPG bagi masyarakat tetap dalam kondisi aman dan memadai.

“Sebagai garda terdepan energi nasional, Pertamina memperketat pengawasan dan mengupayakan ketahanan pasokan crude, BBM, dan LPG tetap aman untuk memenuhi kebutuhan seluruh masyarakat Indonesia,” ujar Baron.

JK Ingatkan Dampak Ke Harga BBM Imbas Gangguan Logistik

Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla, mengatakan bahwa dampak perang antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel bisa berdampak buruk. Salah satunya, kenaikan harga minyak dunia.

“Iya, pertama tentu harga minyak naik. Pasti itu yang pertama. Logistik di antara Timur Tengah dan kita seluruh terputus. Sekarang ratusan ribu orang Indonesia, puluhan ribu Indonesia yang naik umrah contohnya, itu tidak bisa kembali pada dewasa ini,” kata dia.

Selain itu, kata JK, ekspor Indonesia ke sejumlah negara juga bisa terganggu akibat adanya perang di Timur Tengah. “Juga ekspor kita tentu ke Eropa akan masalah karena ini semua timbul ketakutan, semua orang bersiap seperti itu. Jadi masalahnya, ya, kita biasanya mengimpor minyak dari Timur Tengah karena kita kekurangan. Sekarang pasti setop,” ucap JK.

Pos terkait