Pemantauan Keselamatan Kru dan Pekerja di Timur Tengah oleh PT Pertamina International Shipping
PT Pertamina International Shipping (PIS) melakukan pemantauan intensif untuk memastikan keselamatan para pekerja dan kru kapal di kawasan Timur Tengah, seiring meningkatnya ketegangan konflik di wilayah tersebut. Perusahaan ini memiliki kantor cabang di Dubai, yang dikenal sebagai PIS Middle East (PIS ME), dengan jumlah pekerja sebanyak 30 orang beserta keluarganya.
“Kondisi para pekerja dan keluarga PIS Middle East saat ini dalam kondisi aman, dan perusahaan terus memantau situasi di Dubai. Para pekerja kami juga mengikuti imbauan Kedutaan Besar Indonesia di sana untuk terus meningkatkan kewaspadaan, lapor diri, serta menghubungi hotline KBRI maupun KJRI jika terjadi situasi kedaruratan,” ujar Pjs Corporate Secretary PIS Vega Pita.
Fokus utama PIS saat ini adalah memastikan keselamatan pekerja dan kru kapal serta keamanan operasional armada yang berada di jalur strategis. Saat ini, terdapat empat kapal PIS yang sedang berada di area Timur Tengah. Mereka adalah:
- Kapal Gamsunoro yang berada di Khor al Zubair – Irak.
- Kapal Pertamina Pride yang tengah melakukan proses loading di Ras Tanura.
- Kapal PIS Rinjani yang saat ini sedang berada di posisi Anchor di Khor Fakkan.
- Kapal PIS Paragon yang berada di Oman.
PIS secara proaktif berkoordinasi dengan pihak pengelola kapal (Ship Management) serta otoritas maritim setempat untuk meningkatkan kewaspadaan. Perusahaan juga terus menjalin komunikasi intensif dan mematuhi himbauan dan arahan yang dikeluarkan oleh Kementerian Luar Negeri, KBRI Abu Dhabi, dan KJRI Dubai.
Dua kapal masih berada di dalam area teluk, yaitu Pertamina Pride dengan Ship Management dari NYK, dan Gamsunoro yang saat ini dikelola oleh Synergy Ship Management. Kedua kapal ini sedang dalam upaya untuk segera keluar dari area teluk. Saat ini, tim armada PIS tengah menjalin komunikasi intens dengan pihak pengelola untuk koordinasi dan memastikan keselamatan para kru dan kapal.
PIS berkomitmen untuk terus memantau perkembangan kondisi keamanan di kawasan tersebut guna memastikan kelancaran distribusi energi tetap terjaga.
Klaim Kematian Pemimpin Tertinggi Iran oleh Donald Trump
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim bahwa Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, telah tewas. Hal tersebut disampaikan Trump dalam platform Truth Social, Minggu (1/3/2026) pagi waktu setempat.
Trump menyebut, kematian Khamenei memberikan keadilan bagi masyarakat Iran dan juga masyarakat dunia yang anggota keluarganya telah dibunuh. Ia menulis:
“Dia (Khamenei) tidak dapat menghindari intelijen dan sistem pelacakan kami yang sangat canggih dan, bekerja sama erat dengan Israel, tidak ada yang dapat dilakukan dia, atau para pemimpin lain yang telah terbunuh bersamanya.”





