Tingkatkan kepemimpinan hotel, IHGMA Jawa Barat gelar workshop investasi

Ihgma
Ihgma

Workshop Eksklusif untuk Pemimpin Hotel di Jawa Barat

Industri perhotelan kini menghadapi tantangan yang lebih kompleks dibanding sebelumnya. Selain tingkat hunian dan kualitas layanan, kemampuan para pimpinan hotel dalam membaca peluang investasi menjadi faktor penting untuk kesuksesan bisnis. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, IHGMA Jawa Barat menggelar workshop eksklusif bertajuk “A Step-by-Step Guide to Investment Analysis” yang dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan iftar gathering di Ibis Bandung Pasteur, Rabu (25/2).

Workshop ini dirancang khusus bagi General Manager (GM), pemimpin hotel, serta pengambil keputusan di industri perhotelan sebagai ruang pembelajaran strategis sekaligus ajang silaturahmi selama bulan Ramadan. Peserta yang hadir berasal dari berbagai wilayah di Jawa Barat, dengan jumlah peserta yang cukup banyak. Mereka hadir untuk memperdalam pemahaman tentang analisis investasi yang aplikatif dan relevan dengan kondisi industri saat ini.

Salah satu pembicara utama dalam workshop adalah Andre Hernowo, seorang akademisi dan praktisi akuntansi serta keuangan. Dalam sesi pemaparannya, ia menekankan bahwa peran GM saat ini telah berkembang jauh melampaui fungsi operasional harian. “General Manager dituntut mampu berpikir strategis, memahami kelayakan investasi, serta berani mengambil keputusan berbasis data dan analisis risiko,” ujarnya di hadapan peserta.

Materi yang disampaikan mencakup kerangka berpikir analisis investasi secara bertahap, mulai dari evaluasi kelayakan proyek, penghitungan return on investment (ROI), manajemen risiko, hingga strategi pengambilan keputusan untuk pengembangan outlet baru maupun ekspansi bisnis hotel. Pendekatan ini dinilai relevan, terutama bagi GM yang tengah mempersiapkan diri menuju peran di level direksi atau business development.

Workshop ini juga mendapat dukungan dari pemerintah daerah. Secara resmi dibuka oleh Iendra Sofyan, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat. Dalam sambutannya, ia menilai peningkatan kapasitas manajerial pimpinan hotel menjadi faktor penting dalam menjaga daya saing industri pariwisata daerah. “Industri perhotelan membutuhkan pemimpin yang adaptif dan visioner, terutama dalam menghadapi tantangan investasi dan perubahan pasar,” ujarnya.

Ketua DPD IHGMA Jawa Barat, Nor Syahlevie, menegaskan bahwa workshop ini merupakan bagian dari komitmen organisasi dalam meningkatkan kualitas kepemimpinan GM hotel. “Di tengah dinamika industri yang semakin kompleks, General Manager tidak cukup hanya unggul secara operasional. Mereka juga harus memiliki kompetensi analitis untuk membaca peluang investasi dan menjaga keberlanjutan bisnis hotel,” katanya.

Ia menambahkan, forum seperti ini diharapkan dapat menjadi ruang diskusi strategis yang mendorong para GM untuk saling berbagi perspektif, pengalaman, serta praktik terbaik dalam pengelolaan bisnis perhotelan. Acara ini bersifat terbatas dan eksklusif. GM anggota IHGMA dapat mengikuti kegiatan secara complimentary, sementara GM non-anggota, CA, dan FC dikenakan kontribusi sebesar Rp150.000.

Setelah sesi workshop, kegiatan dilanjutkan dengan buka puasa bersama sebagai momen mempererat jejaring profesional dan memperkuat sinergi antar pemimpin hotel di Jawa Barat. Dari tingkat pusat, dukungan juga disampaikan oleh Ika Florentina, Humas DPP IHGMA Pusat. Ia menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang asosiasi dalam memperkuat kapasitas kepemimpinan GM hotel di Indonesia.

“IHGMA saat ini menaungi lebih dari 1.300 GM dan hotel leader di seluruh Indonesia. Kami berkomitmen menghadirkan program pengembangan yang relevan dan berdampak, agar para anggota tidak hanya unggul dalam operasional, tetapi juga kuat dalam pengambilan keputusan investasi dan strategi bisnis,” ujarnya.

Melalui workshop dan forum eksklusif seperti ini, IHGMA berharap dapat melahirkan pemimpin hotel yang lebih strategis, adaptif, serta siap menghadapi tantangan investasi dan pengembangan bisnis di tengah persaingan industri perhotelan yang semakin dinamis.

Pos terkait