islamipedia.idJAKARTA —Tiongkoksedang mendorong komersialisasiteknologiAntarmuka otak-komputer secara masif di seluruh negeri. Nilai pasar dari terobosan ini ditaksir mencapai Rp292 triliun pada 2040.
Akselerasi industri ini bertujuan untuk menguji dominasi perusahaan Amerika Serikat seperti Neuralink dan Synchron dalam integrasi kecerdasan manusia dengan kecerdasan buatan (AI).
Pendiri startup Brain-Computer Interface (BCI) NeuroXess dan Gestala Phoenix Peng mengatakan industri BCI Tiongkok sedang bertransisi dari tahap uji coba ke ranah komersial.
Kecepatan transisi ini diklaim melebihi ekspektasi global melalui integrasi mendalam antara ilmu saraf dan AI. Peng menganggap kedua sektor tersebut sebagai elemen yang tidak terpisahkan dalam kemajuan teknologi masa depan.
“Integrasi saraf dan AI bertujuan untuk mewujudkan koneksi bandwidth tinggi langsung antara otak manusia dan mesin melalui jembatan kecerdasan berbasis karbon dan silikon,” kata Phoenix Peng dalam Shenzhen BCI & Human-Computer Interaction Expo, dilaporkan dari TechCrunch, Selasa (24/2/2026).
Berdasarkan data yang dikumpulkan dari laporan media, pasar BCI China diperkirakan tumbuh menjadi lebih dari 3,8 miliar yuan atau sekitar Rp9,25 triliun.
Angka ini meningkat dibandingkan posisi Rp7,79 triliun pada tahun sebelumnya. Proyeksi jangka panjang bahkan memperkirakan nilai pasar akan melampaui Rp292 triliun pada 2040.
Pertumbuhan tersebut didorong oleh empat pilar utama, termasuk dukungan kebijakan nasional yang kuat dari pemerintah pusat. Kementerian Industri Tiongkok telah merilis peta jalan nasional yang menargetkan pencapaian teknis utama pada 2027.
Selain itu, pemerintah Tiongkok menargetkan pengembangan rantai pasokan lengkap pada tahun 2030 untuk mendukung perusahaan spesialis berukuran kecil.
Tiongkok juga telah mengumumkan dana sains otak sebesar 11,6 miliar yuan atau sekitar Rp28,23 triliun untuk mendukung perusahaan BCI. Dukungan keuangan ini mencakup seluruh siklus bisnis, mulai dari tahap penelitian hingga komersialisasi produk secara luas. Pendanaan ini diharapkan mampu melahirkan perusahaan BCI yang kompetitif secara global.
Selain itu, keunggulan strategis lainnya adalah ketersediaan sumber daya yang luas dengan biaya penelitian yang lebih rendah. Kondisi tersebut memungkinkan percepatan proses uji coba dibandingkan dengan negara-negara Barat.
Sistem asuransi kesehatan juga berperan penting dalam mempercepat komersialisasi produk yang telah mendapatkan persetujuan pemerintah.
Beberapa provinsi seperti Sichuan, Hubei, dan Zhejiang dilaporkan telah menetapkan harga layanan medis untuk teknologi BCI. Kebijakan tersebut mempercepat teknologi ini masuk ke dalam sistem asuransi kesehatan untuk mempermudah akses bagi pasien.
Sektor investasi mencatat sejumlah kesepakatan besar, salah satunya adalah StairMed Technology yang berhasil mendapatkan pendanaan sebesar 48 juta dolar AS pada Februari 2025. Selain itu, perusahaan BrainCo dilaporkan telah mengajukan penawaran umum perdana (IPO) di Hong Kong.
Dalam lima tahun ke depan, otoritas Tiongkok berencana menyelaraskan aturan BCI dengan standar internasional seperti ISO dan IEC. Fokus utama regulasi akan ditujukan pada kedaulatan data dan prosedur persetujuan perangkat medis yang lebih ketat untuk teknologi invasif.





