Tips memilih dan menyimpan telur ala ahli IPB

Aa1xovya 1
Aa1xovya 1

Manfaat Telur sebagai Sumber Protein Hewani

Sebagai sumber protein hewani yang kaya akan nutrisi, konsumsi dua butir telur per hari dapat menjadi investasi sederhana dengan dampak besar bagi pertumbuhan anak. Hal ini disampaikan oleh Profesor Ilmu Gizi IPB University, Rizal M. Damanik, yang menekankan pentingnya mengonsumsi telur dalam pola makan sehari-hari.

Namun, meski harga telur tergolong terjangkau, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa belanja rumah tangga untuk rokok masih lebih besar dibandingkan pengeluaran untuk telur. Ini menunjukkan adanya kesadaran masyarakat yang belum sepenuhnya memahami nilai gizi dan manfaat dari konsumsi telur.

Selain itu, Rizal menekankan bahwa masyarakat perlu memahami cara memilih dan menyimpan telur dengan benar agar kualitasnya tetap terjaga. Dengan pemahaman ini, manfaat gizi dari telur bisa optimal dimanfaatkan.

Ciri Telur Segar dan Berkualitas

Guru Besar Fakultas Peternakan IPB University, Prof. Niken Ulupi, memberikan panduan praktis dalam mengenali telur berkualitas berdasarkan ciri fisiknya. Menurutnya, telur yang oval sempurna, terasa berat saat dipegang, dan memiliki cangkang yang kuat menandakan bahwa telur tersebut baik dan segar.

Meskipun tampilan luar tidak mencerminkan kandungan gizi telur, hal ini dapat menjadi indikator kesegaran. “Yang terlihat dari luar itu tidak mencerminkan nilai gizi dari telurnya, tapi kalau kualitasnya bagus, telur fresh, saat dipecahkan putih telurnya akan kental,” ujar Niken melalui keterangan tertulis.

Telur dengan ujung terlalu runcing atau cangkang kasar sebaiknya dihindari karena dapat menandakan gangguan kesehatan pada induk ayam. Selain itu, telur yang bersih secara alami menunjukkan manajemen peternakan yang baik. “Kalau terlalu kotor, bisa jadi tempat menempelnya bakteri,” katanya.

Niken juga menjelaskan bahwa warna cangkang tidak menentukan kualitas gizi. Perbedaan warna putih atau cokelat hanya dipengaruhi pigmen alami ayam. “Nilai gizi telur itu sudah ditentukan secara genetik. Selama telur terbentuk sempurna, artinya kandungan gizinya sudah cukup,” ujarnya.

Penyimpanan Telur: Kulkas atau Suhu Ruang?

Penyimpanan telur turut memengaruhi kualitas dan keamanan konsumsi. Niken menyarankan telur disimpan di dalam kulkas agar dapat bertahan hingga satu bulan tanpa penurunan mutu yang signifikan. “Pada suhu dingin, patogen akan ‘tidur’, sehingga perkembangan bakteri berhenti,” jelasnya.

Jika telur disimpan pada suhu ruang, sebaiknya tidak lebih dari tiga minggu dan dijauhkan dari sumber panas maupun bahan beraroma tajam karena telur mudah menyerap bau.

Ia juga mengingatkan agar telur dimasak hingga matang sempurna untuk mengurangi risiko bakteri seperti Salmonella atau E coli. “Kalau tubuh kita sedang sehat, paparan bakteri bisa diatasi. Namun, kalau imunitas sedang turun, risikonya meningkat,” katanya.

Kesimpulan

Dengan memilih, menyimpan, dan mengolah telur secara tepat, masyarakat dapat memperoleh manfaat gizi optimal dari bahan pangan sederhana yang memiliki dampak besar bagi kesehatan dan kualitas generasi masa depan. Telur, sebagai sumber protein hewani yang murah dan bergizi, perlu diberi perhatian lebih agar dapat menjadi bagian dari pola makan yang seimbang dan sehat.

Pos terkait