Selama bulan Ramadan, umat Muslim di seluruh dunia menjalani puasa dengan menahan lapar dan haus dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Salah satu tantangan utama dalam berpuasa adalah rasa haus, terutama jika cuaca sedang panas atau aktivitas seseorang padat. Untuk menghindari dehidrasi, penting bagi umat Muslim untuk memperhatikan cara minum air putih yang tepat.
Menurut Plt. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pangkalpinang, dr. Tri Wahyuni, mengonsumsi air putih secara cukup saat berpuasa sangat penting. Hal ini bertujuan untuk mencegah dehidrasi dan menjaga keseimbangan tubuh selama berpuasa.
“Ketika berpuasa, tubuh tidak mendapatkan asupan cairan selama belasan jam. Oleh karena itu, kita harus mengatur konsumsi air putih dengan baik agar tetap bugar,” ujarnya.
Dr. Tri Wahyuni menyarankan agar umat muslim menerapkan pola 2-4-2 saat puasa Ramadan. Pola tersebut meliputi:
- 2 gelas saat berbuka puasa, untuk mengembalikan cairan tubuh yang hilang setelah seharian berpuasa.
- 4 gelas di malam hari, yang bisa dikonsumsi setelah salat Tarawih hingga menjelang tidur.
- 2 gelas saat sahur, guna menjaga hidrasi tubuh sebelum memulai puasa kembali.
Metode ini penting agar tubuh tetap terhidrasi dengan baik, mengingat saat berpuasa kita tidak bisa minum kapan saja.
Selain itu, dokter ini juga mengingatkan agar umat Muslim menghindari minuman kafein dan bersoda saat sahur maupun berbuka. Hal ini karena minuman tersebut dapat meningkatkan risiko dehidrasi. Selain itu, makanan yang terlalu manis juga sebaiknya dihindari agar tidak mudah lemas.
Tak hanya pola 2-4-2, ada pula tips minum air putih agar terhindar dari dehidrasi saat puasa Ramadan menurut Ahli Gizi, Dr Samuek Oetoro MS SpGk. Ia menekankan bahwa mencukupi kebutuhan air putih sebanyak 8 gelas sehari merupakan hal yang perlu diperhatikan.
“Manfaatnya untuk rehidrasi, artinya mengganti cairan yang keluar dari tubuh selama puasa,” ujar Samuel.
Menurutnya, meski seseorang sedang berpuasa, tubuh yang tetap beraktivitas akan mengeluarkan keringat. Keringat yang keluar dari tubuh inilah yang harus diganti.
Mengapa? Karena air merupakan mediator di dalam sel yang memiliki peran penting dalam proses metabolisme tubuh. Jika pasokan air kurang, maka metabolisme tubuh akan terganggu dan berujung pada masalah kesehatan.
“Kalau kita kekurangan minum 2 persen saja dari kebutuhan tubuh, itu sudah mengganggu konsentrasi,” paparnya.
Selain itu, tubuh bisa mengalami dehidrasi, gagal ginjal, hingga kemampuan jantung akan berat karena cairan di darah berkurang.
Samuel menyarankan aturan minum air putih yakni 3-4 gelas saat sahur dan 4-5 gelas saat berbuka. Ia juga membuat simulasi aturan minum air putih, sebagai berikut:
- 1 gelas saat bangun sahur
- 1 gelas setelah makan sahur
- 1-2 gelas menjelang imsak
- 1 gelas saat berbuka
- 1 gelas jus
Selain itu, ada pula simulasi lain dengan minum 1 gelas air.
- 1 gelas saat bangun sahur
- 1 gelas setelah makan sahur
- 1 gelas saat berbuka puasa
- 1 gelas setelah salat Magrib
- 1 gelas setelah makan
- 1 gelas selepas salat Isya
- 1 gelas usai salat tarawih






