TNI AL Siapkan 3 Kapal Sambut Kedatangan Dua Penghancur Jepang di Bitung

Af8bf5ddfeb1a65f951ae8bbe851aff7
Af8bf5ddfeb1a65f951ae8bbe851aff7

Penyambutan Kehadiran Kapal Perang Jepang di Bitung

Satuan Tugas Operasi Laut (Satrol) Lantamal VIII mengerahkan tiga unit kapal laut untuk menyambut kedatangan dua kapal perang milik Angkatan Laut Jepang di perairan Bitung. Tiga kapal tersebut adalah KRI Selar-879, KAL Patola, dan KAL Tedung Naga. Kehadiran ketiga kapal ini bertujuan untuk melakukan penyambutan serta latihan taktis yang dikenal sebagai Passing Exercise (Passex).

Kegiatan ini dilaksanakan oleh TNI Angkatan Laut dalam rangka meningkatkan interoperabilitas dan komunikasi antar-unsur laut dari kedua negara. Latihan Passex merupakan bentuk kerja sama strategis yang menunjukkan kemampuan TNI AL dalam menjaga hubungan diplomatik maritim sekaligus memperkuat penerapan Sea Presence di wilayah laut Indonesia.

Kedua kapal perang Jepang yang akan melaksanakan kunjungan persahabatan adalah JS Yamagiri, jenis Asagiri-Class Destroyer, dan JS Shinarui, jenis Asahi-Destroyer. Kedua kapal ini akan berlabuh di Pelabuhan Bitung, Sulawesi Utara, pada hari Sabtu (28/2/2016). Kapal perusak atau destroyer adalah jenis kapal perang yang cepat, lincah, dan memiliki daya tahan tinggi. Mereka dirancang untuk mengawal armada yang lebih besar seperti kapal induk atau penjelajah serta melindungi dari ancaman luar.

Secara umum, kapal perusak memiliki bobot antara 5.000 hingga 10.000 ton dan dilengkapi senjata seperti rudal, meriam, serta torpedo untuk operasi anti-kapal selam dan anti-pesawat. Dengan keunggulan tersebut, kapal perusak menjadi salah satu komponen penting dalam operasi maritim.

Untuk menyambut kedatangan Angkatan Laut Jepang, Satrol Lantamal VIII mengerahkan tiga unsur yaitu KRI Selar-879, KAL Patola, dan KAL Tedung Naga. Ketiga kapal ini akan melakukan penyambutan dan latihan taktis Passex sebelum kapal Jepang memasuki area pelabuhan Bitung. Latihan Passex ini merupakan latihan terpadu antara Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) dengan unsur laut asing atau antar-unsur TNI AL saat berpapasan.

Latihan ini fokus pada peningkatan interoperabilitas, profesionalisme, komunikasi, serta manuver formasi guna menjaga kedaulatan dan stabilitas maritim. Dalam kegiatan Port Visit di Bitung, kedua kapal perang JMSDF akan melaksanakan beberapa aktivitas seperti:

  • Courtesy Call
  • Cultural Tour
  • Ops Brief Goodwill Exercise
  • Tabur Bunga

Selama proses Passex, beberapa serial latihan juga akan dilaksanakan, termasuk Comm Established, Flaghoist Exercise, dan Pilotage. Kehadiran unsur TNI AL dalam kegiatan kunjungan kapal perang asing merupakan implementasi peran TNI AL dalam mempererat hubungan diplomasi dengan negara lain sekaligus menerapkan konsep “Sea Presence” untuk menjaga laut Indonesia.


Pos terkait