TNI Pulihkan Keamanan 11 Bandara Penerbangan Papua

31072023 Ribka Haluk 2
31072023 Ribka Haluk 2

Pengamanan 11 Bandara Perintis di Papua oleh TNI

Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III Letjen TNI Bambang Trisnohadi memastikan bahwa 11 bandara perintis di tiga wilayah Papua kini telah diamankan sepenuhnya oleh pasukan TNI, setelah sebelumnya ditutup oleh Kementerian Perhubungan pasca gangguan keamanan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) atau TPNPB-OPM. Langkah cepat ini dinilai menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam menjaga kedaulatan wilayah sekaligus menjamin keselamatan masyarakat di Bumi Cendrawasih.

Bersama Panglima Komando Daerah Angkatan Udara III (Pangkodau III) Marsda TNI Azhar Aditama Djojosugito serta personel TNI lainnya, Bambang terjun langsung meninjau sejumlah bandara perintis, salah satunya di Distrik Manggelum, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan. “Syukur alhamdulillah, pasukan TNI telah berada di seluruh bandara perintis dan memulihkan kondusifitas di tiga wilayah Papua, yakni Papua Pegunungan, Papua Selatan, dan Papua Tengah, yang sebelumnya ditutup oleh Kemenhub pada 16 Februari lalu,” ujar Bambang Senin (2/3).

Adapun bandara yang kini dijaga 24 jam oleh TNI meliputi Lapangan Terbang (Lapter) Iwur, Teiraplu, dan Aboy di Papua Pegunungan; Lapter Korowai Batu Bomakia, Yaniruma, dan Manggelum di Papua Selatan; serta Lapter Beoga, Dagai, Fawi, dan Kapiraya di Papua Tengah. Pengamanan dilakukan secara terpadu guna memastikan operasional penerbangan berjalan aman dan lancar.

Menurut Bambang, bandara perintis di Papua bukan sekadar infrastruktur transportasi udara. Di tengah kondisi geografis yang didominasi hutan lebat, pegunungan, dan perbukitan, bandara merupakan urat nadi kehidupan masyarakat—jalur vital distribusi logistik, pelayanan kesehatan, akses pendidikan, hingga mobilitas ekonomi warga pedalaman. “Insya Allah, urat nadi kehidupan sosial, ekonomi, pendidikan, dan kesehatan saudara-saudara kita di pelosok Papua akan kembali berdenyut. Bandara yang kami jamin kondusifitasnya ini segera dibuka untuk masyarakat,” tegasnya.

Dalam pelaksanaannya, pasukan TNI tidak hanya melakukan pengamanan area, tetapi juga mendukung fungsi pelayanan lalu lintas udara melalui unsur Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) TNI AU yang bertugas membantu pengaturan Air Traffic Controller (ATC). Sinergi matra darat dan udara ini menunjukkan kesiapsiagaan TNI dalam menjaga objek vital nasional di wilayah rawan.

Kehadiran jenderal bintang tiga TNI di 11 bandara perintis tersebut, menjadi sinyal kuat bahwa negara tidak tinggal diam terhadap setiap ancaman yang mengganggu keselamatan rakyat dan stabilitas pembangunan di Papua. Negara hadir, negara melindungi, dan negara memastikan pembangunan tetap berjalan.

Selain itu, sambutan hangat tokoh adat, tokoh masyarakat, serta pemuka agama di sekitar Bandara Perintis Manggelum mencerminkan harapan besar masyarakat terhadap pulihnya konektivitas udara. Bandara bukan hanya landasan pacu pesawat, tetapi jembatan harapan, rantai suplai ekonomi, dan simbol keberlanjutan pembangunan di wilayah terluar Indonesia.

Dengan pengamanan penuh dari TNI dan dukungan seluruh elemen masyarakat, 11 bandara perintis tersebut diyakini segera kembali beroperasi normal. Konektivitas udara di Papua akan tetap terjaga demi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, memperkuat persatuan nasional, serta mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat.

“Insya Allah, bandara perintis akan kembali dibuka untuk melayani masyarakat Papua. Bersama seluruh elemen bangsa di Bumi Cendrawasih, mari kita jaga dan rawat bandara perintis sebagai simbol kedaulatan, kemajuan, dan kemakmuran Papua dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia,” pungkasnya.

Bandara Perintis: Jalur Vital bagi Masyarakat Papua

Bandara perintis di Papua memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat setempat. Berikut adalah beberapa manfaat utama dari bandara perintis:

  • Distribusi Logistik: Bandara menjadi jalur vital untuk mendistribusikan kebutuhan pokok dan perlengkapan medis ke daerah-daerah yang sulit dijangkau.
  • Pelayanan Kesehatan: Dengan akses udara, masyarakat dapat lebih mudah mendapatkan layanan kesehatan yang diperlukan.
  • Akses Pendidikan: Bandara memungkinkan siswa dan guru untuk berkunjung ke daerah lain untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik.
  • Mobilitas Ekonomi: Bandara meningkatkan mobilitas warga, sehingga memperkuat perekonomian lokal.

Sinergi TNI dalam Menjaga Keamanan Bandara

TNI tidak hanya melakukan pengamanan fisik, tetapi juga bekerja sama dengan pihak terkait seperti ATC untuk memastikan operasional penerbangan berjalan lancar. Hal ini menunjukkan komitmen TNI dalam menjaga keamanan dan stabilitas wilayah Papua.

Harapan Masyarakat atas Kembali Beroperasinya Bandara

Masyarakat Papua sangat berharap agar bandara perintis kembali beroperasi. Dengan kembali beroperasinya bandara, diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan memperkuat hubungan antar daerah.




Pos terkait