papua.
BOVEN DIGOEL – Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III Letjen TNI Bambang Trisnohadi memastikan pasukan TNI telah mengamankan sepenuhnya sebelas bandara perintis di tiga wilayah Papua.
Sebelumnya, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menutup sebelas bandara perintis itu setelah situasi keamanan tidak kondusif karena Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) atau TPNPB-OPM berulah. Langkah cepat ini dinilai menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam menjaga kedaulatan wilayah sekaligus menjamin keselamatan masyarakat di Bumi Cendrawasih.
Panglima Komando Daerah Angkatan Udara III (Pangkodau III) Marsda TNI Azhar Aditama Djojosugito serta personel TNI lainnya, Bambang terjun langsung meninjau sejumlah bandara perintis. Salah satunya di Distrik Manggelum, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan.
“Syukur alhamdulillah, pasukan TNI telah berada di seluruh bandara perintis dan memulihkan kondusivitas di tiga wilayah Papua, yakni Papua Pegunungan, Papua Selatan, dan Papua Tengah, yang sebelumnya ditutup oleh Kemenhub pada 16 Februari 2026 lalu,” ujar Bambang Senin (2/3/2026).
Adapun bandara yang kini dijaga 24 jam oleh TNI meliputi:
Lapangan Terbang (Lapter) Iwur, Teiraplu, dan Aboy di Papua Pegunungan.
Lapter Korowai Batu Bomakia, Yaniruma, dan Manggelum di Papua Selatan.
* Lapter Beoga, Dagai, Fawi, dan Kapiraya di Papua Tengah.
Pengamanan dilakukan secara terpadu guna memastikan operasional penerbangan berjalan aman dan lancar. Menurut Bambang, bandara perintis di Papua bukan sekadar infrastruktur transportasi udara. Di tengah kondisi geografis yang didominasi hutan lebat, pegunungan, dan perbukitan, bandara merupakan urat nadi kehidupan masyarakat—jalur vital distribusi logistik, pelayanan kesehatan, akses pendidikan, hingga mobilitas ekonomi warga pedalaman.
“InsyaAllah, urat nadi kehidupan sosial, ekonomi, pendidikan, dan kesehatan saudara-saudara kita di pelosok Papua akan kembali berdenyut. Bandara yang kami jamin kondusifitasnya ini segera dibuka untuk masyarakat,” tegas Bambang.
Dalam pelaksanaannya, pasukan TNI tidak hanya melakukan pengamanan area, tetapi juga mendukung fungsi pelayanan lalu lintas udara melalui unsur Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) TNI AU yang bertugas membantu pengaturan Air Traffic Controller (ATC). Sinergi matra darat dan udara ini menunjukkan kesiapsiagaan TNI dalam menjaga objek vital nasional di wilayah rawan.
Kehadiran jenderal bintang tiga TNI di 11 bandara perintis tersebut, menjadi sinyal kuat bahwa negara tidak tinggal diam terhadap setiap ancaman yang mengganggu keselamatan rakyat dan stabilitas pembangunan di Papua.
“Negara hadir, negara melindungi, dan negara memastikan pembangunan tetap berjalan,” ujar Bambang.
Selain itu, tokoh adat, tokoh masyarakat serta pemuka agama di sekitar Bandara Perintis Manggelum menyambut hangat kedatangan Panglima Komando Daerah Angkatan Udara III (Pangkodau III) Marsda TNI Azhar Aditama Djojosugito. Hal ini mencerminkan harapan besar masyarakat terhadap pulihnya konektivitas udara.
Bandara bukan hanya landasan pacu pesawat, tetapi jembatan harapan, rantai suplai ekonomi, dan simbol keberlanjutan pembangunan di wilayah terluar Indonesia. Dengan pengamanan penuh dari TNI dan dukungan seluruh elemen masyarakat, sebelas bandara perintis tersebut diyakini segera kembali beroperasi normal.
Konektivitas udara di Papua akan tetap terjaga demi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, memperkuat persatuan nasional serta mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat.
“Insyaallah, bandara perintis akan kembali dibuka untuk melayani masyarakat Papua. Bersama seluruh elemen bangsa di Bumi Cendrawasih, mari kita jaga dan rawat bandara perintis sebagai simbol kedaulatan, kemajuan, dan kemakmuran Papua dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia,” pungkas Bambang.





