JAKARTA – Perusahaan asuransi umum PT Asuransi Tokio Marine Indonesia (Tokio Marine Indonesia) melihat prospek lini asuransi marine cargo tetap menjanjikan pada 2026. Meski masih ada tantangan dari ketidakpastian global dan dinamika geopolitik, permintaan akan perlindungan pengiriman barang terus meningkat.
Presiden Direktur Tokio Marine Indonesia Sancoyo Setiabudi menyampaikan bahwa situasi global yang penuh tantangan justru membuat kebutuhan perlindungan pengiriman semakin penting. Ia menjelaskan bahwa meskipun ada ketidakpastian, peluang untuk pertumbuhan asuransi marine cargo tetap positif.
Peluang dari Perdagangan Intra Asia
Sancoyo mengatakan bahwa peluang terbesar berasal dari perdagangan intra Asia, khususnya di kawasan Association of Southeast Asian Nations (ASEAN). Kegiatan perdagangan antar negara-negara ASEAN terus berkembang, sehingga memperluas pasar bagi perusahaan asuransi.
Selain itu, pengiriman domestik antarpulau di Indonesia juga tetap aktif. Hal ini didorong oleh aktivitas perdagangan nasional yang kuat. Dengan adanya peningkatan kegiatan ekonomi dalam negeri, permintaan akan layanan asuransi pengiriman barang tetap stabil.
Target Pertumbuhan Premi
Pada tahun 2026, Tokio Marine Indonesia menargetkan pertumbuhan premi marine cargo sebesar 8%. Namun, perseroan tidak hanya fokus pada jumlah premi, tetapi juga pada kualitas portofolio. Strategi ini bertujuan untuk menjaga stabilitas dan keberlanjutan bisnis.
Untuk mencapai target tersebut, perusahaan akan menerapkan strategi pengelolaan risiko secara disiplin. Selain itu, Tokio Marine Indonesia akan memperkuat kerja sama dengan broker dan mitra logistik. Peningkatan kualitas layanan, khususnya proses klaim yang cepat dan transparan, juga menjadi prioritas utama.
Kinerja Tahun 2025
Sepanjang 2025, premi marine cargo tercatat relatif stabil meski sedikit mengalami penyesuaian dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini dipengaruhi oleh perubahan rute pengiriman, kenaikan biaya logistik, serta penyesuaian rantai pasok akibat dinamika geopolitik global.
Berdasarkan laporan keuangan, Tokio Marine Indonesia membukukan pendapatan premi sebesar Rp 1,90 triliun per akhir 2025. Total klaim bruto mencapai Rp 1,13 triliun, sementara laba setelah pajak mencapai Rp 268,19 miliar. Angka-angka ini menunjukkan kinerja yang stabil meskipun menghadapi berbagai tantangan.
Strategi Jangka Panjang
Dalam menghadapi kondisi pasar yang dinamis, Tokio Marine Indonesia berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan memperkuat posisi di pasar. Perusahaan akan terus beradaptasi dengan perubahan yang terjadi, baik di tingkat lokal maupun global.
Strategi yang diterapkan mencakup pengelolaan risiko yang lebih baik, penguatan kolaborasi dengan mitra bisnis, serta inovasi dalam layanan. Dengan demikian, perusahaan siap menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang yang ada di pasar marine cargo.





