Perempuan Asli Keerom Diberikan Kesempatan untuk Duduki Jabatan Strategis
Di tengah perjalanan pemerintahan Provinsi Papua, terdapat sebuah langkah yang menarik perhatian masyarakat. Putri asli Kabupaten Keerom, ELCI MEHO, S.STP., M.KP., kini diberikan kepercayaan untuk menduduki jabatan sebagai Pelaksana Tugas Sekretaris Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua. Langkah ini disambut dengan antusias oleh berbagai pihak, termasuk tokoh agama Katolik di Tanah Papua.
Pastor Jhon Djonga, seorang tokoh agama Katolik di wilayah tersebut, menyampaikan apresiasi serta rasa terima kasih kepada Gubernur Provinsi Papua, Mathius D. Fakhiri. Ia mengatakan bahwa kepercayaan yang diberikan kepada ELCI MEHO merupakan bentuk penghargaan terhadap komitmen gubernur dalam memajukan peran perempuan asli Papua, khususnya dari Kabupaten Keerom, dalam struktur pemerintahan.
“Kami menyampaikan salam damai serta penghargaan yang setinggi-tingginya atas komitmen gubernur dalam mendorong keterlibatan perempuan asli Papua,” ujar Pastor Jhon Djonga saat memberikan pernyataannya.
Ia juga menilai bahwa tindakan ini adalah wujud nyata dari semangat Otonomi Khusus Papua. Penempatan perempuan asli Keerom dalam jabatan eselon di lingkup Pemerintah Provinsi Papua disebutnya sebagai sejarah baru dan bukti keberpihakan terhadap pemberdayaan perempuan di Tanah Papua.
Dalam pandangan Pastor Jhon Djonga, kehadiran perempuan dalam birokrasi akan membawa perubahan positif dalam tata kelola pemerintahan. Ia percaya bahwa perempuan memiliki kemampuan untuk memberikan warna tersendiri dalam pelayanan publik, terutama dalam hal ketelitian dan nilai kasih.
“Perempuan akan membawa sentuhan kasih dan tanggung jawab moral yang kuat dalam melayani masyarakat,” tambahnya.
Keberhasilan yang Menjadi Inspirasi
Penunjukan ELCI MEHO sebagai pelaksana tugas sekretaris dinas ini menjadi contoh nyata bahwa perempuan asli Papua tidak hanya bisa menjadi bagian dari masyarakat, tetapi juga bisa memainkan peran penting dalam pemerintahan. Ini menjadi bukti bahwa kesetaraan gender mulai diwujudkan dalam berbagai bidang, termasuk di ranah birokrasi.
Masyarakat Keerom merasa bangga atas pencapaian ini. Bagi mereka, ini bukan hanya tentang posisi jabatan, tetapi juga tentang pengakuan terhadap potensi dan kontribusi perempuan asli daerah. Hal ini juga menjadi motivasi bagi perempuan lain di Tanah Papua untuk terus berkembang dan berkontribusi dalam berbagai bidang.
Potensi yang Masih Terbuka
Dengan penempatan perempuan dalam posisi strategis, diharapkan dapat menjadi awal dari perubahan yang lebih besar. Di masa depan, diharapkan lebih banyak perempuan asli Papua yang dapat diberikan kesempatan untuk berpartisipasi dalam pemerintahan, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten.
Langkah ini juga menjadi indikasi bahwa pemerintah sedang berupaya untuk menciptakan sistem pemerintahan yang lebih inklusif dan adil. Dengan melibatkan perempuan dalam pengambilan keputusan, diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik dan memperkuat keadilan sosial di Tanah Papua.





