Kritik terhadap Pernyataan Dwi Sasetyaningtyas
Sejumlah tokoh ternama di Indonesia mengecam pernyataan yang dilontarkan oleh Dwi Sasetyaningtyas, seorang alumni beasiswa LPDP. Peristiwa ini dimulai ketika Dwi membagikan sebuah konten di akun Instagram dan Threads-nya. Isi dari konten tersebut mengungkapkan bahwa anak keduanya resmi menjadi Warga Negara Inggris (British Citizen). Ia menyampaikan pernyataan seperti, “Cukup aku aja yang WNI, anak-anakku jangan. Kita usahakan paspor kuat WNA,” ucapnya.
Pernyataan tersebut memicu reaksi keras dari masyarakat. Banyak netizen mulai mengulas kehidupan pribadi Dwi, termasuk dugaan bahwa suaminya belum menyelesaikan kewajibannya sebagai penerima beasiswa LPDP. Salah satu kewajiban utama bagi penerima beasiswa LPDP adalah masa kontribusi atau pengabdian di Indonesia. Berdasarkan aturan resmi LPDP, awardee wajib kembali dan berkontribusi secara fisik di Indonesia selama dua kali masa studi ditambah satu tahun (2N+1), yang dijalankan secara berturut-turut setelah menyelesaikan pendidikan.
Khofifah Anggap Tega
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyampaikan kekecewaannya terhadap polemik ini. Ia mengungkapkan rasa kecewaaannya saat berbicara di hadapan ratusan siswa dan guru se-Banyuwangi dalam kunjungan kerjanya ke SMA Negeri 2 Taruna Bhayangkara Banyuwangi. “Dia tega. Dia bilang cukup saya WNI, anakku jangan,” kata Khofifah mengingatkan.
Khofifah menekankan bahwa pendanaan LPDP berasal dari negara, yang pada dasarnya berasal dari rakyat. Oleh karena itu, para penerima beasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk belajar dengan sungguh-sungguh, berprestasi, dan kembali mengabdi untuk kemajuan Indonesia. Ia juga berpesan kepada taruna dan taruni sekolah tersebut agar bisa mencintai dan memberikan dedikasi terbaik bagi negara.
Mahfud MD Marah, Tapi Mengerti
Mantan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengaku marah saat pertama kali mendengar pernyataan Dwi Sasetyaningtyas. “Ketika saya mendengar itu, saya ikut marah sebagai warga negara Indonesia. Dia mencicipi nikmatnya Indonesia merdeka, bisa sekolah karena Indonesia, lalu melecehkan Indonesia di depan publik. Itu menyakitkan bagi kita,” ujar Mahfud dalam kanal YouTube resminya.
Ia menyebut sikap tersebut bertentangan dengan prinsip yang selama ini ia gaungkan: jangan pernah lelah mencintai Indonesia. Meski keras mengecam pernyataan tersebut, Mahfud menolak melihat persoalan secara hitam-putih. Ia menilai Dwi tidak berbicara di ruang hampa. Namun, Mahfud MD meminta pemerintah untuk tidak hanya reaktif memberikan sanksi, melainkan juga introspeksi diri.
Hotman Paris Sebut Harus Dicabut Kewarganegaraan
Pengacara kondang, Hotman Paris Hutapea, menyoroti pernyataan Dwi. Menurutnya, pernyataan tersebut tak pantas disampaikan oleh seseorang yang pernah menerima beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Sebab, LPDP bersumber dari anggaran negara dan pajak rakyat. “Hei, kamu yang teriak-teriak mengatakan tidak mau anaknya WNI sedangkan kamu, menginjak luar negeri adalah uang dari beasiswa negara. Aku somasi kamu. Hei, kembalikan itu beasiswa, atau kamu minta maaf kepada publik,” kata Hotman seperti dikutip dari Instagramnya.
Hotman menegaskan bahwa dana LPDP berasal dari pajak masyarakat, termasuk Pajak Penghasilan (PPh) dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Ia mengaku tersinggung sebagai warga pembayar pajak. Hotman bahkan mengusulkan kepada Presiden agar kewarganegaraan Dwi untuk dicabut.
Anhar Kecewa
Politikus senior Anhar Gonggong mengecam keras sikap tersebut dan meminta tindakan tegas dari pemerintah terhadap Dwi. Dalam pernyataannya, Anhar menegaskan kekecewaannya. “Tapi yang betul-betul saya tersinggung sebagai warga negara, semacam penghinaan seakan-akan negara ini tidak punya apa-apa dibanding dengan Inggris.”
Anhar menambahkan, perilaku Dwi menunjukkan kurangnya rasa tanggung jawab sebagai warga negara. Dia tidak sadar bahwa memperoleh kesempatan tinggal di Inggris sekarang itu karena Republik Indonesia yang memberikan biaya pada dia. Artinya apa? saya meminta pemerintah pecat aja dia sebagai warga negara. Orang seperti ini kita tidak butuhkan.





