Tokoh Militer Berduka atas Kematian Jenderal TNI Purnawirawan Try Sutrisno
Banyak tokoh militer dan pejabat penting menghadiri acara melayat dan salat jenazah untuk almarhum Jenderal TNI Purnawirawan Try Sutrisno di rumah duka di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Acara tersebut berlangsung pada Senin (2/3/2026) dan dihadiri oleh sejumlah tokoh dari kalangan purnawirawan serta aktif.
Tokoh-Tokoh yang Hadir dalam Melayat
Menurut pantauan reporter Gita Irawan, beberapa tokoh yang hadir antara lain mantan Danjen Kopassus Jenderal TNI (Hor) (Purn) Agum Gumelar. Selain itu, juga terlihat mantan Panglima TNI Laksamana TNI (Purn) Yudo Margono dan pendiri Sekolah Pertempuran Khusus (Sepursus) Detasemen-81/Anti-Terror Kopassus yang juga Penasihat Khusus Presiden Bidang Digitalisasi dan Teknologi Pemerintahan, Jenderal TNI (Hor) (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan.
Luhut menyampaikan kenangan tentang almarhum Try Sutrisno sebagai sosok yang tangguh dan jujur. Ia mengungkapkan bahwa almarhum memiliki nilai-nilai seperti ketangguhan, kejujuran, dan patriotisme yang perlu dicontoh oleh generasi muda.
- “Saya kira nilai-nilai tadi kan, ketangguhan, kejujuran, patriotisme. Saya kira itu yang harus diwarisi oleh generasi muda,” ucapnya.
Selain tokoh purnawirawan, tampak juga sejumlah perwira tinggi TNI aktif yang ikut melayat. Mereka termasuk Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Pangdam Jaya Mayjen Deddy Suryadi. Di samping itu, Kasum TNI Letjen Richard TH Tampubolon juga turut menyalami keluarga almarhum dan menyampaikan duka cita.
Pengalaman Bersama Almarhum
Dalam kesempatan tersebut, Luhut juga menceritakan pengalamannya bersama almarhum saat Try Sutrisno menjabat Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD). Menurutnya, almarhum pernah memimpin latihan di Gunung Halimun, yang dilakukan bersama dengan pasukan Inggris.
- “Waktu pembentukan Satuan 81, dan kemudian beliau ninjau latihan kami di Gunung Halimun, latihan bersama dengan Inggris, beliau jadi KSAD waktu itu. Ya beliau naik gunung dengan saya,” ungkap Luhut.
Di sisi lain, mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo juga turut serta dalam salat jenazah. Ia berada di saf paling depan, menunjukkan rasa hormat terhadap almarhum.
Perasaan Sutiyoso Saat Mendengar Kabar Kematian Almarhum
Setelah penyerahan jenazah kepada Panglima TNI untuk dimakamkan secara kenegaraan, mantan Kepala BIN Letjen TNI (Purn) Sutiyoso mengaku kaget mendengar kabar kematian almarhum Try Sutrisno.
Sutiyoso mengatakan bahwa ia sangat terkejut karena tidak pernah berkomunikasi selama puluhan bulan. Ia mengungkapkan bahwa pertemuan terakhir mereka terjadi saat ulang tahun ke-90 almarhum.
- “Jadi saya kaget hari ini, bener-bener saya kayak kesetrum saja begitu ya. Karena ketemu terakhir adalah saat ulang tahun ke-90. Ulang tahun beliau terakhir,” ungkap dia.
Ia juga menceritakan kedekatannya dengan almarhum sejak masa jabatan Letnan Kolonel. Menurut Sutiyoso, almarhum seperti seorang guru yang menjadi tempat bertanya dan berdiskusi.
- “Jadi begitulah Pak Try itu ya di dalam memimpin itu tanpa jarak gitu. Tidak ada jarak. Beliau bener-bener sebagai seorang bapak di komandannya artinya mencintai semua anak buahnya,” ucapnya.
Dalam pandangan Sutiyoso, almarhum merupakan sosok komandan yang sangat mencintai anak buahnya. Ia menyebut almarhum sebagai sosok yang sangat berharga bagi bangsa Indonesia.
- “Dia juga sebagai guru tempat kita bertanya, tempat kita berdiskusi, berlokasi. Ya kita kehilangan seorang tokoh bangsa. Ya sudah kita ikhlaskan,” pungkasnya.





