Toleransi beragama di Kelenteng Sijuk, bagi sembako untuk warga

Dzsa8lro0w 1
Dzsa8lro0w 1

Toleransi dan Kebersamaan di Kelenteng Sijuk

Di tengah keberagaman masyarakat Belitung, pengurus Kelenteng Sijuk kembali menunjukkan semangat toleransi dan kebersamaan antarumat beragama. Pada bulan Ramadan 2026, mereka membagikan 60 paket sembako kepada warga sekitar yang sedang menjalankan ibadah puasa. Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa toleransi tidak hanya sekadar ucapan, tetapi juga tindakan nyata.

Ketua Yayasan Kelenteng Sijuk, Dedi Hernandie, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan. Tujuannya adalah untuk menunjukkan kepedulian sosial sekaligus mempererat hubungan harmonis dengan masyarakat sekitar yang mayoritas beragama Islam.

“Ini adalah kegiatan rutin yang setiap tahun kami laksanakan saat bulan Ramadan. Kami ingin berbagi kebahagiaan dan menunjukkan bahwa toleransi itu bukan hanya kata-kata, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan,” ujar Dedi pada (28/2/2026).

Pembagian 60 paket sembako dilakukan langsung kepada warga yang tinggal di sekitar kelenteng. Menurut Dedi, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat rasa persaudaraan di tengah keberagaman.

“Kami hidup berdampingan sudah lama. Jadi sudah seharusnya kita saling mendukung dan menghormati. Saat saudara-saudara kita menjalankan ibadah puasa, kami ikut berbagi sebagai bentuk kebersamaan,” katanya.

Tidak hanya saat Ramadan, pengurus Kelenteng Sijuk juga menunjukkan kepedulian sosial pada momen perayaan Imlek. Dedi menyebut, saat perayaan Tahun Baru Imlek lalu, pihaknya juga membagikan 60 kue keranjang kepada masyarakat.

“Kemarin waktu perayaan Imlek, kami juga membagikan 60 kue keranjang. Itu juga bentuk kebersamaan kami dengan warga sekitar, tanpa melihat perbedaan,” jelasnya.

Ia berharap kegiatan berbagi tersebut dapat terus terjaga dan menjadi contoh nyata bahwa keberagaman di Belitung adalah kekuatan, bukan perbedaan yang memisahkan.

“Semoga apa yang kami lakukan ini bisa mempererat silaturahmi dan menjaga kerukunan yang sudah terjalin baik selama ini,” pungkas Dedi.

Sejarah dan Peran Kelenteng Sijuk

Kelenteng Sijuk digadang-gadang sebagai rumah ibadah tertua di wilayah tersebut, yang dibangun pada tahun 1815 silam. Bangunan ini memiliki nilai sejarah yang sangat penting bagi masyarakat Kecamatan Sijuk.

Selain sebagai tempat ibadah, kelenteng ini juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial lintas agama. Keberadaannya menjadi simbol dari toleransi dan kerukunan yang telah lama terjalin di tengah masyarakat.

Dengan kehadiran Kelenteng Sijuk, masyarakat Belitung terus belajar bahwa keberagaman bukanlah hambatan, melainkan kekayaan yang perlu dijaga dan dirawat.

Kegiatan Sosial Lintas Agama

Selain pembagian sembako dan kue keranjang, pengurus Kelenteng Sijuk juga sering terlibat dalam kegiatan sosial lainnya. Mereka tidak segan mengajak masyarakat dari berbagai latar belakang agama untuk bersama-sama berpartisipasi dalam berbagai acara keagamaan dan sosial.

  • Contohnya, dalam beberapa kesempatan, mereka turut serta dalam acara perayaan hari besar agama lain, seperti Idul Fitri atau Natal.
  • Selain itu, mereka juga memberikan bantuan dalam bentuk donasi atau bahan kebutuhan pokok kepada warga yang kurang mampu.

Dedi menyatakan bahwa kegiatan-kegiatan ini dilakukan dengan tujuan untuk memperkuat ikatan antarumat beragama dan menciptakan suasana yang damai serta harmonis.

Harapan untuk Masa Depan

Dedi berharap kegiatan-kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan menjadi contoh positif bagi masyarakat lainnya. Ia percaya bahwa dengan saling membantu dan menghormati, keberagaman di Indonesia akan menjadi kekuatan yang mampu membangun masyarakat yang lebih baik.

“Kita semua adalah bagian dari satu bangsa, yaitu bangsa Indonesia. Oleh karena itu, mari kita menjaga kerukunan dan saling menghargai, terlepas dari perbedaan agama dan budaya,” harapnya.

Dengan semangat seperti ini, Kelenteng Sijuk tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat kegiatan sosial yang mampu memperkuat persatuan dan kesatuan.


Pos terkait