Hasil Imbang Menghentikan Persebaya Surabaya di Laga Kontra Persib Bandung
Pertandingan antara Persebaya Surabaya dan Persib Bandung dalam pekan ke-24 Super League 2025/2026 berakhir dengan skor 2-2. Meskipun berhasil unggul lebih dulu di babak pertama, Green Force harus puas berbagi angka setelah laga berakhir tanpa kemenangan.
Laga yang digelar di Stadion Gelora Bung Tomo, Senin (2/3/2026), berjalan cukup sengit. Para pendukung Persebaya, Bonek, memadati stadion dengan antusiasme tinggi. Namun, tekanan dari tim tamu membuat jalannya pertandingan terasa sangat ketat hingga menit akhir.
Salah satu pemain yang menjadi sorotan adalah Toni Firmansyah. Ia masuk sebagai pemain pengganti dan sempat dimainkan di posisi winger. Setelah pertandingan usai, Toni menyampaikan pesan khusus untuk para pendukung yang tetap setia mendukung tim.
“Tentu saja ini bukan hasil yang kita inginkan, dan di pertandingan berikutnya saya berharap kami bisa mendapatkan tiga poin,” ujarnya. Ucapan tersebut menggambarkan rasa kekecewaan sekaligus tekad untuk bangkit demi menjaga asa Persebaya Surabaya di papan atas klasemen.
Toni juga menegaskan bahwa dirinya siap bermain di posisi apa pun sesuai instruksi pelatih. “Saya akan tampil maksimal dan selalu siap ditempatkan di posisi mana pun,” katanya. Keputusan memainkan Toni di posisi yang lebih melebar tidak lepas dari kebutuhan taktik yang diatur oleh pelatih Bernardo Tavares. Pelatih asal Portugal itu dikenal fleksibel dalam mengatur komposisi pemain, terutama ketika pertandingan berjalan ketat.
Masuknya Toni pada menit ke-53 bersama Mikael Tata memberi energi baru di lini tengah. Keduanya menggantikan Sadida Nugraha dan Riyan Ardiansyah demi menjaga intensitas permainan. Namun, tekanan Persib belum mereda setelah pergantian itu dilakukan.
Tendangan bebas keras Federico Barba pada menit ke-55 masih mampu diamankan dengan sigap oleh Ernando yang tampil cukup tenang di bawah mistar. Persebaya Surabaya mencoba bangkit pada menit ke-62 lewat skema serangan dari sisi sayap. Umpan tarik Rivera ke tiang jauh hampir disambut Catur Pamungkas, tetapi bola berhasil dipotong sebelum membahayakan gawang lawan.
Dalam proses tersebut, Catur mengalami benturan dan tak bisa melanjutkan pertandingan. Ia kemudian ditarik keluar dan digantikan Koko Ari untuk menjaga keseimbangan lini belakang.
Peluang emas kembali hadir pada menit ke-70 melalui skema serangan balik cepat yang melibatkan Toni. Kombinasinya dengan Rivera diakhiri umpan chip kepada Bruno Moreira, tetapi bola terlalu deras sehingga sulit dikontrol sempurna. Petaka datang dua menit berselang saat Persib berbalik unggul lewat skema rapi dari sisi kanan. Umpan Berguinho disambut Andrew Jung yang dengan tenang menaklukkan Ernando dan mengubah skor menjadi 2-1 untuk tim tamu.
Tavares merespons cepat dengan memasukkan Pedro Matos menggantikan Gali Freitas guna meningkatkan daya gedor. Persebaya Surabaya pun tampil lebih menekan demi mengejar ketertinggalan di sisa waktu pertandingan. Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-82 setelah peluang dari situasi bola mati sempat dimentahkan. Umpan Toni berhasil dimaksimalkan Rivera menjadi gol penyeimbang, hanya satu menit setelah tandukan Gustavo Fernandes ditepis kiper lawan.
Skor 2-2 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan, meninggalkan campuran rasa lega dan kecewa di kubu tuan rumah. Di tengah hasil yang belum memuaskan, pesan Toni Firmansyah menjadi penegas komitmen skuad Green Force untuk terus berjuang bersama Bonek hingga akhir musim.
Performa Toni yang fleksibel dan siap bermain di berbagai posisi memberi harapan baru bagi Persebaya Surabaya dalam persaingan ketat Super League 2025/2026. Kini, publik Surabaya menanti pembuktian berikutnya, apakah Green Force mampu menjawab janji bangkit dan kembali ke jalur kemenangan.





