Top Nasional: Kritik Ramadan hingga Mahfud Md. ke Pigai

Aa1x6oyz
Aa1x6oyz

Berita Terpopuler di Kanal Nasional Tempo pada 27 Februari 2026

Pada Jumat, 27 Februari 2026, sejumlah berita yang dipublikasikan oleh kanal nasional Tempo mendapatkan perhatian dari para pembacanya. Berikut adalah tiga berita yang paling banyak dibaca dalam hari tersebut.

Sekretaris Kabinet Teddy: Anggaran MBG Disetujui DPR, Ketuanya PDIP

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya memberikan respons terkait polemik anggaran Menu Makan Bergizi (MBG) di APBN 2026. Sebelumnya, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mengkritik alokasi anggaran MBG karena dinilai mengambil jatah anggaran pendidikan.

Teddy menjelaskan bahwa anggaran pendidikan untuk tahun 2026 mencapai 20 persen dari APBN, sesuai dengan amanat konstitusi tentang belanja wajib di sektor pendidikan. Menurutnya, alokasi dana tersebut telah disepakati bersama antara pemerintah dan partai-partai di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), termasuk Badan Anggaran DPR yang ketuanya adalah PDIP.

Ia menilai bahwa narasi bahwa MBG mengambil jatah anggaran pendidikan adalah keliru. “Semua hal itu, termasuk MBG, adalah fondasi awal untuk memperbaiki pendidikan ke depan,” ujarnya.

Cerita Orang Tua yang Kehilangan Kepala Lihat Menu MBG Ramadan

Idris Muhammad, 36 tahun, merasa heran melihat menu MBG yang diterima oleh kedua anaknya. Anak-anaknya yang sedang bersekolah di jenjang PAUD tidak mau mengonsumsi menu MBG selama Ramadan. Alasannya, menurut Idris, menu tersebut tidak enak dan tidak segar.

Menurut keterangannya, menu MBG yang diterima anaknya berupa roti, pir, dan kacang yang dikemas dalam plastik tanpa ada penjelasan tanggal kedaluwarsa. Idris juga menyebutkan bahwa roti yang diterima memiliki ukuran kecil dan rasanya tidak enak. Buah yang diterima juga tidak memiliki kualitas yang baik.

Selain itu, Idris mengungkapkan bahwa anaknya pernah menerima kurma yang sudah kering dan makanan ultra processed food (UPF). Hal ini membuatnya khawatir akan masalah kesehatan pada anaknya.

Mahfud Md. Respons Pigai Soal Penentang MBG Melanggar HAM

Mantan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud Md., memberikan tanggapan terhadap pernyataan Menteri HAM Natalius Pigai soal penentang proyek pemerintah seperti MBG, Kopdes Merah Putih, maupun Sekolah Rakyat.

Mahfud menyatakan bahwa pernyataan Pigai bahwa mereka yang menghalangi proyek pemerintah dianggap sebagai pelanggar HAM tidak sepenuhnya salah. Namun, ia menekankan bahwa pemerintah yang tidak profesional juga bisa dianggap melanggar HAM.

“Jangan hanya berbicara kasih makan orang. Pengelolaan negara yang tidak benar juga merupakan pelanggaran HAM,” ujar mantan Ketua Mahkamah Konstitusi tersebut.

Pernyataan Pigai sebelumnya menyatakan bahwa mereka yang ingin menghapus proyek-proyek tersebut dianggap menentang HAM karena proyek-proyek tersebut berpihak pada rakyat dan sejalan dengan prinsip HAM.

Kesimpulan

Berbagai isu yang muncul dalam berita-berita ini menunjukkan adanya perhatian besar dari masyarakat terhadap program-program pemerintah dan kualitas layanan yang diberikan. Dari pengelolaan anggaran hingga kualitas makanan yang diberikan kepada siswa, semua aspek ini menjadi perhatian utama bagi para pembaca.

Pos terkait