Persis Solo dan Arema FC Mengalami Nasib Sial Akibat Cedera Pemain Kunci
Persis Solo dan Arema FC, dua klub yang berjuang di putaran kedua Super League 2025/2026, menghadapi tantangan besar akibat cedera yang menimpa pemain kunci mereka. Kedua klub melakukan perombakan besar-besaran di bursa transfer putaran kedua musim ini untuk memperbaiki performa tim dan meraih hasil terbaik. Namun, nasib sial menghampiri keduanya karena salah satu rekrutan anyar mereka harus absen hingga akhir musim.
Febri Hariyadi, Pemain Persis Solo yang Cedera Parah
Salah satu pemain yang mengalami cedera serius adalah Febri Hariyadi. Ia didatangkan Persis Solo dari Persib Bandung dengan status pinjaman. Namun, debutnya tidak berjalan lancar. Febri mengalami cedera cukup parah yang memaksa ia harus menjalani operasi.
Febri Hariyadi baru saja menjalani laga debutnya bersama Persis Solo pada pekan ke-22 melawan PSBS Biak. Dalam pertandingan tersebut, ia bermain selama 32 menit sebelum masuk babak kedua. Sayangnya, cedera yang dialaminya membuatnya harus meninggalkan lapangan lebih cepat.
Dokter Tim Persis, Iwan Wahyu, menyatakan bahwa Febri Hariyadi membutuhkan waktu istirahat selama 6-8 bulan setelah operasi. Hal ini memastikan bahwa pemain asal Jawa Barat itu akan absen hingga kompetisi Super League 2025/2026 berakhir.
Walisson Maia, Pemain Arema FC yang Cedera Patah Tulang Fibula
Di sisi lain, Arema FC juga mengalami kerugian besar dengan cedera yang menimpa Walisson Maia. Pemain berusia 34 tahun ini didatangkan oleh Arema FC pada 5 Februari 2026 dengan skema bebas transfer dari klub Liga Brasil, Vila Nova FC. Meski tampil dalam empat pertandingan, ia belum mampu memberikan kontribusi signifikan dalam hal gol maupun assist.
Sayangnya, Walisson Maia mengalami cedera patah tulang fibula saat Arema FC melawan Borneo FC di Stadion Segiri, Samarinda, pada 26 Februari 2026. Cedera ini membuatnya harus menjalani proses pemulihan yang cukup lama.
Dokter Arema FC, dr Nanang Tri Wahyudi, menyebutkan bahwa Walisson Maia membutuhkan waktu sekitar tiga bulan untuk pulih sepenuhnya. Ia diperkirakan akan absen hingga akhir musim 2025/2026.

Kehilangan Walisson Maia tentu menjadi kerugian besar bagi Arema FC. Apalagi, klub ini akan menghadapi lawan-lawan berat di beberapa pertandingan mendatang di Super League 2025/2026. Kondisi ini bisa memengaruhi strategi dan performa tim dalam kompetisi yang semakin ketat.
Kedua klub, Persis Solo dan Arema FC, kini harus mencari solusi untuk mengatasi kehilangan pemain kunci mereka. Dengan situasi ini, peningkatan kualitas dan kesiapan para pemain lain menjadi sangat penting agar bisa tetap bersaing di putaran kedua Super League 2025/2026.





