Tren padel meledak di Purwokerto, Enky main tiga kali seminggu

Webimage 0e44dea4 4c54 43c0 95612c4b9ccc63c5 1
Webimage 0e44dea4 4c54 43c0 95612c4b9ccc63c5 1

Tren Olahraga Padel di Purwokerto: Dari Aktivitas Olahraga hingga Gaya Hidup

Pada beberapa tahun terakhir, olahraga padel mulai menyebar di berbagai kota kecil dan besar di Indonesia. Di Purwokerto, tren ini semakin menggeliat, terutama dengan munculnya lapangan-lapangan padel yang kini bisa ditemukan di berbagai sudut kota. Hal ini menunjukkan bahwa padel tidak hanya menjadi alternatif olahraga, tetapi juga ruang sosial baru bagi masyarakat.

Perkembangan Padel di Purwokerto

Pengelola lapangan padel di Purwokerto, Dedy Afrengki atau lebih dikenal dengan panggilan Enky, mengungkapkan bahwa ia mengenal padel sekitar enam bulan lalu. Saat itu, lapangan padel pertama di Purwokerto baru saja dibuka. Ia diundang untuk mencoba permainan ini, dan ternyata merasa tertarik karena keseruannya.

“Sebelumnya saya memang memiliki dasar bermain tenis. Pengelola lapangan juga tahu bahwa saya cukup akrab dengan olahraga raket. Akhirnya kami diundang untuk mencoba, dan ternyata rasanya seru, fun, dan menyenangkan,” katanya.

Enky menjelaskan bahwa meskipun permainannya tidak sesulit tenis, padel tetap membutuhkan coaching dan latihan. Yang membuatnya menarik adalah suasana di lapangan, di mana interaksi sosial antara pemain sangat terasa.

Biaya Sewa Lapangan

Menurut Enky, biaya sewa lapangan padel di Purwokerto masih relatif terjangkau dibandingkan kota-kota lain. Tarif paling mahal sekitar Rp185.000 per jam, tetapi jika bermain minimal empat orang, biayanya akan terasa lebih ringan. Selain itu, ada juga lapangan dengan tarif lebih murah, sekitar Rp100.000 sampai Rp110.000 per jam.

“Sewa raket biasanya dikenakan biaya tambahan, yaitu sekitar Rp25.000 per sesi. Jadi, kalau bermain dua jam dan pemainnya empat sampai delapan orang, biayanya akan terasa lebih ringan lagi,” ujarnya.

Namun, Enky juga menyebutkan bahwa investasi dalam padel bisa cukup mahal. Misalnya, harga raket bisa di atas Rp2 juta, bahkan ada yang jauh lebih mahal. Alternatifnya, pemain bisa menyewa raket dengan biaya sekitar Rp25.000 per sesi.

Gaya Hidup dan Ruang Sosial

Padel tidak hanya sekadar olahraga, tetapi juga menjadi bagian dari gaya hidup. Banyak pemain menjadikannya sebagai aktivitas tambahan setelah bekerja. Mereka datang berkelompok, patungan sewa lapangan, lalu bermain dari sore hingga malam. Lapangan padel juga biasanya dilengkapi fasilitas seperti kafe, sehingga pemain tetap bisa memesan makanan dan minuman.

Menurut Dr Tyas Retno Wulan, sosiolog Unsoed Purwokerto, fenomena olahraga padel yang awalnya berkembang di kota-kota besar kini mulai merambah Purwokerto. Kehadiran lapangan-lapangan padel baru memunculkan tren gaya hidup sekaligus ruang sosial baru bagi masyarakat.

Perkembangan Lapangan Padel

Dalam waktu dekat, akan ada sekitar empat lapangan baru yang segera dibuka, antara lain: di belakang Rita Mall (area Menara), Perumahan Graha Timur, belakang pom bensin Berkoh, dan kawasan Teras Bumi. Padel pertama di Purwokerto mulai sekitar September atau Oktober 2025.

Pengelola berharap olahraga ini bisa menjangkau kalangan lebih luas. Beberapa tempat bahkan menurunkan tarif hingga Rp50.000 per jam. “Jika dibagi empat orang, biayanya hanya sekitar Rp12.500 per orang. Namun tetap ada biaya lain, seperti bola yang harus dibeli,” kata Enky.

Fasilitas dan Perbedaan Harga

Perbedaan harga antar lapangan biasanya dipengaruhi posisi dan kenyamanan. Misalnya, sirkulasi udara, kedekatan dengan area nongkrong, dan penataan lapangan. Ada yang Rp150.000 per jam, ada juga yang Rp110.000 sampai Rp120.000 per jam. Dari segi fasilitas, hampir semua menyediakan toilet bersih, kamar mandi yang baik, dan fasilitas standar lainnya.

Lapangan yang dianggap paling eksklusif adalah yang berada di kawasan Andang Pangrenan, dengan tarif sekitar Rp185.000 per jam. Sementara lapangan yang dekat Mie Gacoan justru menjadi yang paling ekonomis, dengan tarif sekitar Rp110.000 per jam. Bahkan saat bulan puasa, tarifnya pernah turun hingga Rp50.000 per jam.


Pos terkait