Triputra Investindo Arya Jual 3,84 Juta Saham AADI

Aa1woup0
Aa1woup0



PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) mengumumkan bahwa salah satu pemegang sahamnya, yaitu Triputra Investindo Arya, telah menjual sebagian kepemilikan sahamnya di perusahaan tersebut.

Dalam laporan keterbukaan informasi yang diterbitkan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Triputra Investindo Arya melakukan penjualan sebanyak 3.841.900 lembar saham AADI dengan harga transaksi sebesar Rp 8.789 per saham pada tanggal 18 Februari 2026. Sebagai hasil dari transaksi ini, pihak Triputra Investindo Arya mendapatkan dana sebesar Rp 33,77 miliar.

Menurut pernyataan yang ditulis oleh Triputra Investindo Arya dalam keterbukaan informasi, tujuan dari transaksi ini adalah untuk divestasi dengan status kepemilikan langsung.

Setelah transaksi ini, jumlah saham AADI yang dimiliki oleh Triputra Investindo Arya berkurang dari 38.570.700 lembar saham (sekitar 0,50%) menjadi 34.728.800 lembar saham (sekitar 0,45%).

Pada akhir perdagangan Jumat (20/2/2026), harga saham AADI mengalami penurunan sebesar 2,36% dan berada di level Rp 9.325 per saham.

Penjelasan Transaksi Saham

Berikut beberapa hal penting terkait transaksi saham yang dilakukan oleh Triputra Investindo Arya:

  • Jumlah saham yang dijual
  • Total saham yang dijual: 3.841.900 lembar
  • Harga per saham: Rp 8.789
  • Total dana yang diperoleh: Rp 33,77 miliar

  • Perubahan kepemilikan saham

  • Sebelum transaksi: 38.570.700 lembar saham (0,50%)
  • Setelah transaksi: 34.728.800 lembar saham (0,45%)

  • Efek terhadap harga saham

  • Pada hari transaksi, harga saham AADI turun sebesar 2,36%
  • Harga penutupan perdagangan: Rp 9.325 per saham

Alasan Divestasi

Menurut informasi yang diberikan, tujuan utama dari transaksi ini adalah untuk melakukan divestasi. Meskipun tidak disebutkan secara detail, alasan divestasi bisa bervariasi, seperti strategi pengelolaan portofolio, kebutuhan dana, atau perubahan rencana investasi.

Dampak pada Pasar

Transaksi ini dapat memengaruhi persepsi investor terhadap kinerja perusahaan. Penurunan harga saham setelah transaksi menunjukkan adanya sentimen negatif di pasar, meskipun hal ini bisa dipengaruhi oleh faktor-faktor eksternal seperti kondisi pasar secara keseluruhan atau isu-isu lain yang berkembang.

Perkembangan Selanjutnya

Investor dan pemangku kepentingan akan memantau perkembangan lebih lanjut terkait kebijakan perusahaan, kinerja finansial, serta strategi pengelolaan saham oleh para pemegang saham.

Pos terkait