Kabar Kematian Pemimpin Tertinggi Iran Beredar, Tapi Dibantah oleh Pihak Iran
Sebuah berita mengejutkan muncul di tengah ketegangan antara Iran dengan negara-negara Barat. Menurut laporan yang beredar, Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dilaporkan tewas dalam serangan udara gabungan yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel pada hari Sabtu (28/2/2026). Informasi ini langsung disampaikan oleh pihak Israel, yang menyatakan bahwa mereka “99 persen yakin” bahwa Khamenei telah meninggal.
Pihak Israel mengklaim memiliki bukti-bukti seperti rekaman dan foto jenazah Khamenei yang ditemukan di reruntuhan bangunan akibat serangan tersebut. Selain itu, beberapa media Israel juga melaporkan bahwa Perdana Menteri Benjamin Netanyahu telah diperlihatkan bukti-bukti tersebut. Salah satu saluran berita Israel, i24, bahkan menyatakan bahwa terdapat rekaman yang jelas dan tak terbantahkan yang menunjukkan jenazah Khamenei, dan mungkin akan dipublikasikan di masa mendatang.
Sementara itu, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, turut memberikan pernyataannya terkait kabar ini. Ia menyatakan bahwa “ini bukan hanya keadilan bagi rakyat Iran, tetapi juga bagi seluruh rakyat Amerika yang hebat.” Trump juga menambahkan bahwa “sebagian besar” pimpinan senior Iran telah tiada, meskipun ia tidak menjelaskan secara spesifik siapa saja yang dimaksud.
Penjelasan dari Pihak Amerika Serikat
Beberapa pejabat senior Amerika Serikat yang mengetahui situasi ini juga menyatakan bahwa AS meyakini Khamenei telah meninggal berdasarkan komunikasi dari pejabat Israel. Pejabat lainnya bahkan menyebut bahwa Khamenei “hampir pasti tewas.” Laporan-laporan ini berasal dari sumber-sumber intelijen yang dikutip oleh media seperti Reuters dan Axios.
Namun, sejumlah media pro-pemerintah Iran, termasuk kantor berita semi-resmi Tasnim dan Mehr, membantah kabar tersebut. Mereka menyatakan bahwa Khamenei masih aktif memimpin di lapangan dan tetap kuat dalam mengambil keputusan politik maupun militer.
Bantahan dari Pihak Iran
Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, membantah keras kabar kematian Ayatollah Ali Khamenei. Ia menyatakan bahwa Khamenei masih hidup “sejauh yang saya tahu.” Dalam sebuah wawancara dengan NBC News, Araghchi juga mengatakan bahwa dua komandan telah tewas, tetapi pejabat senior rezim lainnya selamat, termasuk kepala lembaga peradilan dan ketua parlemen.
Ia menegaskan bahwa “semua pejabat tinggi masih hidup. Jadi semua orang saat ini berada di posisinya masing-masing, dan kami menangani situasi ini, semuanya baik-baik saja.” Araghchi juga mengkritik AS dan Israel karena melancarkan serangan di tengah berlangsungnya negosiasi nuklir.
Selain itu, penyiaran negara Iran, IRIB, mengutip sumber yang dekat dengan kantor Khamenei yang menyatakan bahwa ia “memimpin situasi dengan tegas.” Sementara itu, kantor berita Tasnim menyatakan bahwa pemimpin berusia 87 tahun itu “teguh dan kuat memimpin di lapangan.”
Kondisi Saat Ini
Menurut laporan Tasnim, Khamenei tetap aktif mengawasi keputusan militer dan politik di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan. Meskipun demikian, hingga saat ini belum ada informasi konkret mengenai kondisi kesehatan atau keberadaannya secara pasti.





