Trump mengusir Anthropic, OpenAI jalin kontrak Pentagon

958817194p
958817194p

Kesepakatan OpenAI dengan Pentagon

OpenAI telah mencapai kesepakatan penting dengan Pentagon untuk menyediakan teknologi kecerdasan buatan (AI) ke jaringan rahasia militer Amerika Serikat (AS). Pentagon, yang merupakan kantor utama angkatan bersenjata AS, menjadi pihak yang bermitra dalam proyek ini. Kesepakatan ini diumumkan oleh CEO OpenAI, Sam Altman, hanya beberapa jam setelah Presiden AS, Donald Trump, memerintahkan seluruh lembaga federal untuk menghentikan penggunaan layanan dari pesaing OpenAI, yaitu Anthropic.

Keputusan tersebut muncul setelah negosiasi antara Anthropic dan Pentagon mengalami kebuntuan. Anthropic, yang merupakan pengembang sistem AI Claude, meminta jaminan bahwa teknologinya tidak akan digunakan untuk pengawasan massal domestik maupun sistem senjata otonom yang bisa membunuh tanpa campur tangan manusia. Namun, kedua belah pihak gagal mencapai kesepakatan terkait klausul tersebut.

Menurut laporan, Trump melalui platform Truth Social menyatakan bahwa pemerintah AS akan segera menghentikan penggunaan teknologi Anthropic pada Minggu (1/3). Ia juga menuduh perusahaan tersebut mencoba memaksakan ketentuan layanan mereka di atas kepentingan konstitusi.

Prinsip Keselamatan dalam Kesepakatan

Dalam pengumumannya, Altman menegaskan bahwa kesepakatan dengan Pentagon tetap memuat prinsip keselamatan utama perusahaan. “Dua prinsip keselamatan terpenting kami adalah larangan pengawasan massal domestik dan tanggung jawab manusia atas penggunaan kekuatan, termasuk untuk sistem senjata otonom,” kata Altman.

Altman menyebut bahwa Pentagon menyetujui prinsip-prinsip tersebut dan memasukkannya ke dalam hukum, kebijakan, serta kontrak kerja sama. Ia juga berharap persyaratan yang sama diterapkan kepada seluruh perusahaan AI agar tidak terjadi fragmentasi atau tekanan hukum yang berbeda-beda di industri.

“Ini sebagai cara untuk mengurangi ketegangan dari tindakan hukum dan pemerintah menuju kesepakatan yang wajar,” ujar Altman.

Industri AI Terbelah

Langkah pemerintah menghentikan Anthropic memicu solidaritas lintas perusahaan. Hampir 500 karyawan dari OpenAI dan Google dilaporkan menandatangani surat terbuka yang menyatakan mereka tidak ingin industri AI dipecah belah akibat tekanan kontrak pertahanan.

Surat tersebut menuding Pentagon mencoba menekan sejumlah perusahaan untuk menyetujui ketentuan yang sebelumnya ditolak Anthropic. “Mereka mencoba memecah belah masing-masing perusahaan karena takut yang lain akan menyerah,” demikian kutipan isi surat tersebut.

Di sisi lain, Anthropic menegaskan tidak akan mengubah posisinya terkait penolakan pengawasan domestik massal dan sistem senjata otonom penuh. “Tidak ada intimidasi atau hukuman dari Pentagon yang akan mengubah posisi kami tentang pengawasan domestik massal atau senjata otonom sepenuhnya,” kata Anthropic dalam pernyataan tertulis.

Strategi Ekspansi Bisnis OpenAI

Kesepakatan dengan Pentagon menjadi langkah strategis bagi OpenAI di tengah ekspansi bisnisnya. Pada hari yang sama, perusahaan juga mengumumkan rencana penggalangan dana hingga US$ 110 miliar atau setara Rp 1.845,7 triliun (kurs Rp 16.779 per dolar AS) yang berpotensi mendongkrak valuasinya menjadi sekitar US$ 840 miliar atau setara Rp 14.094 triliun.

Tantangan dan Perspektif Masa Depan

Kesepakatan ini menunjukkan bahwa OpenAI semakin memperluas jangkauannya dalam dunia teknologi AI, terutama dalam konteks keamanan nasional. Namun, tantangan tetap ada, terutama dalam hal etika dan regulasi teknologi. Dengan adanya perbedaan pandangan antara perusahaan dan pemerintah, dibutuhkan keseimbangan yang tepat antara inovasi dan keamanan.

Perusahaan seperti Anthropic dan OpenAI terus berkompetisi dalam membangun teknologi AI yang lebih canggih, namun juga harus memastikan bahwa teknologi tersebut digunakan secara bertanggung jawab. Hal ini menjadi fokus utama bagi para pemain di industri AI, baik itu perusahaan swasta maupun pemerintah.

Pos terkait