Trump: Serangan ke Iran Akan Lebih Besar

Aa1xojsp 2
Aa1xojsp 2

Pernyataan Presiden Trump tentang Militer AS dan Tindakan terhadap Iran

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengungkapkan kepada CNN bahwa militer AS sedang melakukan tindakan keras terhadap Iran. Namun, ia menegaskan bahwa “gelombang besar” dari serangan tersebut belum terjadi.

Dalam wawancara telepon selama sembilan menit dengan Jake Tapper dari CNN, Trump menyatakan bahwa situasi saat ini berjalan sangat baik. Ia menekankan bahwa AS memiliki militer terbaik di dunia dan menggunakan kekuatan tersebut secara efektif.

Trump membahas beberapa topik penting dalam wawancara tersebut, termasuk durasi konflik yang mungkin terjadi, reaksi terhadap balasan luas dari Iran, serta rencana suksesi pemerintahan negara tersebut.

Durasi Konflik dan Kepedulian terhadap Rakyat Iran

Mengenai durasi perang, Trump menyatakan bahwa ia tidak ingin konflik ini berlangsung terlalu lama. Ia memperkirakan bahwa perang ini akan berlangsung sekitar empat minggu. Saat ini, ia mengklaim bahwa AS sudah sedikit lebih cepat dari jadwal yang direncanakan.

Ketika ditanya apakah AS hanya melakukan serangan militer untuk membantu rakyat Iran mengambil alih kendali negara dari rezim, Trump menjawab bahwa mereka memang melakukannya. Namun, ia menekankan bahwa saat ini semua orang harus tetap berada di dalam. Menurutnya, situasi di luar sana tidak aman.

Ia juga mengatakan bahwa situasi di Iran akan semakin berbahaya. “Kami belum mulai menyerang mereka dengan keras. Gelombang besar belum terjadi. Yang besar akan segera datang,” ujarnya.

Serangan Iran terhadap Negara-negara Arab

Trump menyebutkan bahwa kejutan terbesar bagi AS adalah serangan Iran terhadap negara-negara Arab seperti Bahrain, Yordania, Kuwait, Qatar, dan Uni Emirat Arab. Ia mengatakan bahwa AS merasa terkejut karena para pemimpin negara-negara tersebut kini ingin bertarung dengan agresif.

Menurut Trump, para pemimpin negara-negara Arab adalah orang-orang yang tangguh dan cerdas. Ia juga menyoroti bahwa serangan Iran terhadap hotel dan gedung apartemen di beberapa negara Arab bertujuan untuk membuat AS marah.

Trump menekankan bahwa ancaman nuklir Iran telah menjadi masalah utama di kawasan tersebut selama bertahun-tahun. Ia menilai bahwa perdamaian tidak pernah tercapai karena rakyat di kawasan tersebut hidup di bawah bayang-bayang ancaman tersebut.

Suksesi di Iran dan Ketidakpastian Pemimpin

Mengenai siapa yang akan muncul sebagai pemimpin baru Iran setelah Ayatollah Ali Khameini, Trump mengatakan bahwa AS tidak mengetahui siapa yang akan dipilih. Ia menyatakan bahwa mungkin saja Iran mendapatkan pemimpin yang lebih baik dan tahu apa yang mereka lakukan.

Trump juga menyebutkan bahwa Iran telah kehilangan banyak pemimpin akibat serangan AS. Ia menyebut jumlahnya mencapai 49 orang. Menurutnya, serangan tersebut sangat luar biasa karena Iran menjadi sombong dan berkumpul di satu tempat tanpa sadar mereka terdeteksi.

Ia juga mengatakan bahwa tidak jelas siapa yang sekarang memimpin negara tersebut. Lebih lanjut, Trump menyatakan bahwa timnya mencoba bernegosiasi dengan Iran, tetapi gagal mencapai kesepakatan. Setiap tawaran yang diberikan, kata Trump, dibalas dengan penarikan kembali tawaran sebelumnya. Iran menolak untuk menghentikan pengayaan uranium mereka.

Pandangan tentang Tindakan Militer AS

Trump menegaskan bahwa tindakan militer AS adalah cara untuk menangani Iran. Ia menunjuk pada sejarah panjang negara tersebut dalam menyebabkan kerusakan di kawasan setelah Revolusi 1979. Menurutnya, AS tidak perlu khawatir tentang perjanjian.

Pos terkait