Presiden AS Tegaskan Kemungkinan Pengiriman Pasukan Darat ke Iran
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa pihaknya tidak menutup kemungkinan pengiriman pasukan darat ke Iran dalam konteks eskalasi konflik yang semakin memburuk. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Trump pada Senin (waktu setempat), bersamaan dengan ancaman akan meluncurkan serangan lanjutan yang lebih besar.
Sejauh ini, operasi militer AS difokuskan pada serangan udara menggunakan rudal dan bom. Namun, Trump menekankan bahwa opsi pengerahan pasukan darat tetap terbuka jika diperlukan. “Saya tidak mengatakan tidak akan ada pasukan darat. Mungkin tidak diperlukan, tetapi jika memang dibutuhkan,” ujarnya dalam wawancara dengan media AS.
Ancaman Serangan yang Akan Ditingkatkan
Dalam pernyataan terpisah kepada CNN, Trump mengisyaratkan bahwa operasi militer terhadap Iran belum mencapai puncaknya. “Kita bahkan belum mulai menyerang mereka dengan keras. Gelombang besar akan segera datang,” kata Trump tanpa merinci rencana lebih lanjut.
Serangan militer AS bersama Israel dilaporkan telah menyasar ratusan target di Iran, termasuk instalasi rudal, pangkalan angkatan laut, serta pusat komando dan kendali. Di sisi lain, Iran membalas dengan serangan rudal ke Israel serta pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah.
Durasi Operasi Militer Bisa Diperpanjang
Berbicara di Gedung Putih, Trump menyebut operasi militer dapat berlangsung lebih lama dari proyeksi awal empat hingga lima minggu. “Kami memiliki kemampuan untuk bertahan jauh lebih lama,” ujarnya.
Beberapa analis mempertanyakan kesiapan logistik dan amunisi Amerika Serikat jika konflik berlangsung berkepanjangan. Namun, Trump menegaskan serangan tersebut bertujuan menghilangkan apa yang ia sebut sebagai ancaman serius dari Iran, khususnya terkait dugaan pengembangan senjata nuklir—klaim yang dibantah Teheran.
Pentagon: Semua Opsi Masih Terbuka
Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, turut menegaskan bahwa pengerahan pasukan darat belum dikesampingkan. “Kami tidak akan membahas detail tentang apa yang akan atau tidak akan kami lakukan. Kami akan melangkah sejauh yang diperlukan,” ujarnya dalam konferensi pers di Pentagon.
Hegseth menekankan bahwa operasi di Iran berbeda dengan keterlibatan militer AS sebelumnya di Irak dan Afghanistan. Menurutnya, misi ini tidak bertujuan membangun pemerintahan baru, melainkan fokus pada target militer.
Kondisi di Wilayah Konflik
Sementara itu, Jenderal Dan Caine menyatakan bahwa pasukan AS telah mencapai superioritas udara lokal di wilayah konflik. Kondisi tersebut dinilai meningkatkan perlindungan pasukan sekaligus memperluas ruang operasi militer.
Situasi di Kawasan Timur Tengah
Situasi di kawasan Timur Tengah kini terus berkembang, dengan komunitas internasional memantau potensi eskalasi lebih lanjut yang dapat berdampak pada stabilitas global. Perkembangan ini menimbulkan kekhawatiran akan konsekuensi yang lebih luas, baik secara regional maupun global.





