Tukang Tambal Ban di Sidoarjo Tewas Tertimpa Kunci Velg Truk, Sopir Sudah Peringatkan

Img 20230131 031610 1
Img 20230131 031610 1

Tragedi Maut di Sidoarjo: Tukang Tambal Ban Tewas Terkena Pengunci Velg

Sebuah kejadian memilukan terjadi di kawasan Gedangan, Sidoarjo, Jawa Timur. Seorang tukang tambal ban bernama Rinto Simangunsong (48) meninggal dunia setelah kepalanya terkena pengunci velg truk yang terlepas saat proses pengisian angin. Kejadian ini terjadi di utara Sungai Buntung sebelum Fly Over Aloha, Senin (2/3/2026).

Rinto berasal dari Magersari, Sidoarjo, dan langsung tewas di tempat kejadian perkara (TKP) akibat luka parah di bagian kepala. Kapolsek Gedangan Kompol Anak Agung Gede Rai Darmayasa mengonfirmasi kejadian tersebut dan menjelaskan kronologinya.

Kronologi Kecelakaan

Tragedi bermula ketika sebuah truk tronton bernomor polisi D 9465 VC dikemudikan oleh Teguh Irawan (45), warga Krembung, Sidoarjo. Truk tersebut melaju dari arah Sidoarjo menuju Surabaya. Teguh menghentikan kendaraannya setelah mengetahui tekanan salah satu ban berkurang.

Selanjutnya, Teguh mendatangi tukang tambal ban di pinggir jalan untuk mengisi tekanan angin truk. Saat itu, Teguh sudah mengingatkan Rinto agar tidak mengisi tekanan angin terlalu tinggi. Namun, kejadian tak terduga terjadi.

Saat proses pengisian berlangsung, tekanan angin meningkat melebihi batas sehingga ban truk tersebut meletus. Ledakan keras mengakibatkan pengunci velg terlepas dan meluncur hingga mengenai kepala korban.

Dampak dan Respons Petugas

Akibatnya, Rinto meninggal dunia di tempat dengan luka parah di bagian kepala. Korban tergeletak di dekat truk sesaat setelah ledakan terjadi. Peristiwa tersebut juga sempat mengundang perhatian warga sekitar.

Petugas dari Polsek Gedangan yang menerima laporan langsung bergegas ke lokasi. Di TKP, polisi memintai keterangan beberapa saksi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan barang bukti, serta mengevakuasi korban ke rumah sakit terdekat.

Dari keterangan sejumlah saksi, termasuk pengemudi truk dan warga sekitar, disampaikan bahwa kronologinya memang seperti itu. Kecelakaan kerja ini dipicu oleh ledakan ban akibat tekanan udara berlebih.

Imbauan Keselamatan

Kompol Anak Agung Gede Rai Darmayasa mengimbau agar proses pengisian angin ban, khususnya kendaraan besar, dilakukan dengan standar keselamatan yang ketat untuk menghindari kejadian serupa.

Kecelakaan ini menjadi peringatan penting bagi para pengemudi dan tukang tambal ban. Setiap proses pengisian angin harus dilakukan dengan hati-hati dan memperhatikan instruksi serta batas tekanan yang aman.

Faktor Penyebab dan Pelajaran Berharga

Ledakan ban yang terjadi pada truk tersebut dapat disebabkan oleh beberapa faktor, seperti tekanan angin yang terlalu tinggi, kondisi ban yang tidak sehat, atau kurangnya pemahaman tentang cara mengisi angin secara aman.

Tukang tambal ban juga perlu memastikan bahwa mereka menggunakan alat yang tepat dan memahami batas tekanan maksimal untuk setiap jenis kendaraan. Selain itu, pengemudi kendaraan besar sebaiknya selalu memeriksa kondisi ban sebelum melakukan perjalanan.

Langkah Pencegahan

Untuk mencegah kejadian serupa, pihak berwajib dan instansi terkait perlu memberikan edukasi kepada masyarakat tentang cara mengisi angin ban secara aman. Selain itu, perlu adanya pengawasan lebih ketat terhadap praktik pengisian angin di tempat-tempat tambal ban.

Masyarakat juga diminta untuk tetap waspada dan tidak mengabaikan prosedur keselamatan saat melakukan aktivitas berkendara atau perbaikan kendaraan. Dengan kesadaran yang tinggi, risiko kecelakaan bisa diminimalkan.

Pos terkait