Turis asing menurun, okupansi hotel Bali merosot

Aa1xonu4
Aa1xonu4

Penurunan Kunjungan Wisatawan Asing ke Bali di Awal Tahun 2026

Bali, Denpasar – Angka kunjungan wisatawan asing (wisman) ke Bali pada Januari 2026 mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya dan juga dibandingkan dengan Januari 2025. Hal ini tercatat berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Bali.

Pada Januari 2026, jumlah kunjungan wisman ke Bali mencapai 502.205 kunjungan. Angka ini lebih rendah 12,30 persen dibandingkan Desember 2025 yang tercatat sebanyak 572.668 kunjungan. Selain itu, angka tersebut juga turun 5,23 persen jika dibandingkan dengan Januari 2025 yang mencatat 529.897 kunjungan.

Kepala BPS Bali, Agus Gede Hendrayana Hermawan, menjelaskan bahwa penurunan ini bisa dibilang normal karena biasanya bulan Januari sedikit lebih rendah dibandingkan Desember. Namun, penurunan juga terjadi jika dibandingkan dengan Januari 2025.

Penurunan Kunjungan dari Negara-Negara Utama

BPS Bali juga mencatat bahwa kunjungan dari sejumlah negara utama ke Bali pada awal tahun ini mengalami penurunan. Australia tetap menjadi negara penyumbang wisman terbesar dengan 134.781 kunjungan, meskipun angka ini turun 4,4 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Berikut adalah data kunjungan wisman dari beberapa negara utama:

  • Australia: 134.781 kunjungan, turun 4,4 persen
  • Tiongkok: 45.896 kunjungan, naik 22,54 persen
  • India: 37.351 kunjungan, turun 34,77 persen
  • Korea Selatan: 27.508 kunjungan, turun 9,16 persen
  • Rusia: 24.917 kunjungan, naik 12,64 persen

Dari sisi kawasan, hanya wisman dari kawasan Timur Tengah yang mengalami peningkatan. Jumlah kunjungan dari kawasan ini mencapai 7.123 kunjungan atau naik 5,59 persen.

Penurunan Kunjungan Wisatawan Nusantara

Selain wisman, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) juga mengalami penurunan. Total perjalanan wisnus ke Bali pada Januari 2026 mencapai 2.170.938 perjalanan. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 1,26 persen dibandingkan bulan sebelumnya dan 6,09 persen dibandingkan Januari 2025.

Penurunan ini didominasi oleh wisnus dari luar Bali. Data menunjukkan bahwa semua wilayah seperti Jawa Timur, Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Jawa Tengah mengalami penurunan jumlah kunjungan.

Dampak pada Tingkat Penghunian Kamar Hotel

Kondisi ini ternyata berdampak pada tingkat penghunian kamar hotel (TPK). BPS Bali mencatat bahwa TPK hotel berbintang hanya sebesar 56,67 persen, turun 4,20 poin dibandingkan Desember 2025 dan 3,61 poin dibandingkan Januari 2025.

Sementara itu, TPK hotel nonbintang mencapai 32,7 persen. Angka ini juga menunjukkan penurunan sebesar 6,91 poin dibandingkan Desember 2025 dan 2,92 poin dibandingkan Januari 2025.

Pos terkait