Kegiatan Kesehatan Gratis di Kota Jayapura
Sejumlah layanan kesehatan gratis diselenggarakan di kawasan Dok 9, Distrik Jayapura Utara, Kota Jayapura. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan masyarakat Papua dapat mengakses pemeriksaan kesehatan tanpa harus terbebani biaya. Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) asal Papua, Lalita, hadir langsung dalam kegiatan tersebut untuk melihat dan mendengar langsung keluhan serta kebutuhan masyarakat.
Kegiatan ini dilaksanakan dengan kerja sama antara Dinas Kesehatan Provinsi Papua dan dukungan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Sejak pagi hari, warga mulai memadati lokasi kegiatan untuk memanfaatkan berbagai layanan yang tersedia. Layanan kesehatan yang diberikan mencakup pemeriksaan tekanan darah, gula darah, konsultasi kesehatan umum, hingga pembagian masker dan obat-obatan sesuai hasil diagnosa tenaga medis.
Lalita menyampaikan bahwa kesehatan merupakan hak dasar masyarakat yang harus dijamin oleh negara. Ia menekankan pentingnya mempermudah akses layanan kesehatan, terutama bagi warga dengan keterbatasan ekonomi. “Saya ingin memastikan masyarakat, khususnya di Kota Jayapura, bisa mendapatkan pemeriksaan dan obat-obatan tanpa harus terbebani biaya,” ujarnya.
Selain fokus pada isu kesehatan, Lalita juga menyerap aspirasi warga terkait dukungan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta kebutuhan infrastruktur lingkungan. Ia berjanji akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Jayapura guna mencari solusi atas berbagai kebutuhan yang disampaikan masyarakat.
Penyelenggaraan Kegiatan Kesehatan
Dalam kegiatan tersebut, Lalita didampingi oleh staf ahli Dr. I Made Arjaya. Selain itu, sebanyak 50 paket obat-obatan disalurkan kepada warga yang membutuhkan. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen Lalita sebagai senator untuk tidak hanya bekerja di tingkat pusat, tetapi juga hadir langsung di tengah masyarakat guna melihat dan mendengar persoalan riil yang dihadapi warga.
“Sebagai senator, saya memiliki tanggung jawab menjangkau seluruh kabupaten/kota di Papua. Setelah dari Jayapura, dalam waktu dekat kami juga akan melaksanakan kegiatan serupa di Biak dan beberapa daerah lainnya,” katanya.
Ketua RT 03 RW 04 Kelurahan Imbi, Distrik Jayapura Utara, Julian Padwa, menyampaikan apresiasinya atas kegiatan tersebut. Menurutnya, layanan kesehatan gratis ini sangat membantu masyarakat di lingkungannya. “Kami sangat berterima kasih karena Ibu Senator datang langsung ke kompleks dan memberikan pelayanan kesehatan gratis. Masyarakat kami sangat antusias. Kegiatan seperti ini baru pertama kali dilaksanakan di RT 3 RW 4 pada tahun ini,” ujarnya.
Julian juga berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut, mengingat kesehatan merupakan kebutuhan penting bagi masyarakat. Selain itu, ia menyampaikan aspirasi terkait kebutuhan peningkatan infrastruktur lingkungan, terutama pengaspalan jalan dan perbaikan drainase. “Kami berharap ada dorongan dari Ibu Senator agar infrastruktur di lingkungan kami bisa diperhatikan, khususnya jalan dan saluran air. Dengan begitu, masyarakat bisa merasakan manfaat pembangunan secara langsung,” pungkasnya.
Manfaat Kegiatan Kesehatan Gratis
Kegiatan kesehatan gratis ini tidak hanya memberikan layanan kesehatan, tetapi juga menjadi sarana untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan. Warga yang hadir dalam kegiatan ini tampak antusias dan berterima kasih atas layanan yang diberikan. Hal ini menunjukkan bahwa kebijakan yang berfokus pada kesejahteraan rakyat dapat memberikan dampak positif yang nyata.
Lalita juga menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari upaya untuk menjembatani kebutuhan masyarakat dengan pemerintah. Ia berkomitmen untuk terus bergerak dan menjangkau berbagai wilayah di Papua agar semua masyarakat dapat merasakan manfaat dari program-program yang dijalankan.
Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan masyarakat dapat lebih mudah mengakses layanan kesehatan dan mendapatkan perhatian yang lebih besar dari pemerintah. Ini juga menjadi langkah penting dalam memperkuat hubungan antara anggota dewan dan masyarakat, sehingga kebijakan yang diambil lebih sesuai dengan kebutuhan nyata masyarakat.





