TWA Kawah Ijen Kembali Dibuka, BKSDA Sebut Pendaki Hilang Akibat Kesalahan Manusia

20240106 083034 0000 1
20240106 083034 0000 1

Pengelola TWA Kawah Ijen Perketat Pengawasan dan Persyaratan Pendakian

Taman Wisata Alam Kawah Ijen (TWA Kawah Ijen) kembali dibuka untuk umum mulai 26 Februari 2026. Sebelumnya, kawasan wisata ini sempat ditutup sementara setelah terjadi insiden pendaki yang dilaporkan hilang. Penutupan tersebut dilakukan sebagai bagian dari proses evaluasi bersama dengan para pemangku kepentingan. Setelah pendaki bernama Muhammad Dzikri Maulana (16) ditemukan dalam kondisi selamat, pengelola menyelesaikan kajian dan menetapkan sejumlah poin evaluasi.

Kepala Seksi V Balai Konservasi Sumber Daya Alam Banyuwangi (BKSDA) Dwi Sugiarto menjelaskan bahwa ada lima poin utama dari hasil evaluasi tersebut. Evaluasi ini dilakukan setelah insiden pendaki hilang yang diduga disebabkan oleh faktor human error atau pelanggaran terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) pendakian.

Standar Operasional Prosedur yang Sudah Memadai

Dari hasil evaluasi, SOP pendakian yang telah diterapkan dinilai cukup untuk menjamin keamanan dan keselamatan wisatawan. Papan informasi, larangan, serta penunjuk arah di sepanjang jalur pendakian disebut sudah memadai untuk mencegah wisatawan keluar jalur. Meski kondisi sempat berkabut, kecil kemungkinan cuaca menjadi penyebab pendaki tersesat atau mengalami gangguan kesehatan.

Selain itu, kejelasan dan lebar jalur pendakian dianggap cukup, sehingga kecil kemungkinan wisatawan tersesat karena faktor teknis jalur. Namun, tingkat kepatuhan korban dan rekan satu tim terhadap SOP pendakian dinilai masih rendah, termasuk dalam menjaga kondisi fisik dan kekompakan selama pendakian.

Perketat Pengawasan dan Kepatuhan Pendaki

Berdasarkan hasil evaluasi, pengelola akan memperketat pengawasan terhadap kondisi fisik dan kesehatan pengunjung sebelum mendaki. Tujuannya adalah agar pengunjung yang akan mendaki memiliki kelayakan untuk melakukan pendakian. Selain itu, pengelola juga akan memastikan pengunjung mematuhi aturan dan SOP pendakian yang telah dibuat, serta tetap menjaga kebersamaan dan kekompakan tim.

Pengelola juga mengimbau wisatawan menggunakan pemandu (guide) berizin yang memahami medan TWA Kawah Ijen. Kehadiran guide dinilai penting untuk memantau pergerakan tamu dan mencegah insiden serupa. Selain itu, pengunjung diwajibkan mematuhi seluruh ketentuan, termasuk membeli tiket resmi yang sudah dilengkapi asuransi serta membawa surat keterangan sehat.

Persyaratan Tambahan untuk Keamanan

“Juga memastikan kondisi pengunjung benar-benar dalam keadaan fit dan sehat baik jasmani maupun rohani,” tambah Dwi. Dengan adanya persyaratan ini, pengelola berharap dapat meminimalkan risiko kecelakaan dan memastikan pengalaman pendakian yang aman dan nyaman bagi semua pengunjung.

Kesimpulan dan Harapan

Insiden pendaki hilang yang terjadi sebelumnya menjadi pelajaran berharga bagi pengelola dan pengunjung TWA Kawah Ijen. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa kendala utama berasal dari human error dan kurangnya kepatuhan terhadap SOP. Oleh karena itu, langkah-langkah penguatan pengawasan dan peningkatan kesadaran pengunjung menjadi prioritas utama.

Dengan pembukaan kembali TWA Kawah Ijen, pengelola berharap masyarakat dapat menikmati keindahan alam kawasan ini dengan lebih aman dan nyaman. Semua pihak diminta untuk bekerja sama dalam menjaga kebersihan lingkungan, mematuhi aturan, serta menjaga keselamatan diri sendiri dan orang lain.

Pos terkait