Peredaran Uang Palsu Marak di Seluma Jelang Idul Fitri
Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, warga Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu, dihebohkan oleh maraknya peredaran uang palsu. Berbagai pecahan uang seperti Rp20 ribu dan Rp100 ribu ditemukan di beberapa wilayah, termasuk Kecamatan Sukaraja. Hal ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat, terutama para pemilik warung dan pelaku usaha kecil.
Salah satu temuan terbaru terjadi di Desa Riak Siabun, Kecamatan Sukaraja. Uang palsu tersebut diketahui sempat masuk ke salah satu agen BRILink milik Bank Rakyat Indonesia (BRI) di wilayah Bukit Peninjauan II, Kecamatan Sukaraja. Kejadian ini memicu kekhawatiran yang semakin meningkat karena uang palsu bisa saja beredar di lingkungan masyarakat sekitar.
Warga Desa Riak Siabun, Ady, mengungkapkan bahwa kasus peredaran uang palsu di wilayah tersebut bukanlah kali pertama terjadi. Menurutnya, warga sudah beberapa kali menemukan uang palsu dengan nominal yang sama. “Dari pengakuan warga, uang palsu ini sudah sering ditemukan. Kemarin kembali ditemukan pecahan palsu Rp100 ribu. Ada juga yang Rp20 ribu,” kata Ady.
Ady menjelaskan bahwa modus pelaku diduga dilakukan melalui transaksi pembelian di warung-warung kecil atau melakukan setor dan tarik tunai melalui layanan BRILink. Pelaku memanfaatkan situasi yang ramai dan kelengahan pemilik usaha saat menerima uang tunai sehingga uang palsu lolos dari pemeriksaan awal.
Menurutnya, menjelang Lebaran aktivitas jual beli masyarakat biasanya meningkat, terutama di warung manisan, kebutuhan pokok, serta layanan jasa keuangan seperti BRILink. Kondisi tersebut dinilai rawan dimanfaatkan oknum tidak bertanggung jawab untuk mengedarkan uang palsu.
“Biasanya kalau sudah mau lebaran, orang belanja banyak. Warung ramai, transaksi cepat. Di situ mungkin dimanfaatkan pelaku,” tambah Ady.
Warga berharap aparat penegak hukum segera turun tangan untuk menyelidiki dan menindak pelaku peredaran uang palsu tersebut agar tidak semakin meluas dan merugikan masyarakat kecil.
Cara Mengecek Keaslian Uang
Masyarakat diimbau lebih teliti saat menerima uang tunai. Pengecekan keaslian uang dapat dilakukan dengan metode 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang). Secara umum, ciri uang asli antara lain memiliki warna lebih tajam dan detail gambar yang jelas saat dilihat, terasa kasar pada bagian tertentu seperti gambar pahlawan dan angka nominal saat diraba, serta memiliki benang pengaman dan tanda air (watermark) yang terlihat jelas saat diterawang.
Langkah yang Harus Dilakukan
Masyarakat juga disarankan segera melaporkan kepada pihak kepolisian atau bank terdekat apabila menemukan atau mencurigai adanya uang palsu, agar dapat segera ditindaklanjuti dan tidak kembali beredar di tengah masyarakat, khususnya menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.





