
Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) telah mengumumkan bahwa mereka akan menanggung biaya akomodasi dan konsumsi bagi lebih dari 20.000 turis yang terjebak di dalam negeri akibat penutupan wilayah udara. Keputusan ini diambil setelah situasi krisis terjadi akibat ketegangan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel.
General Civil Aviation Authority (GCAA), otoritas penerbangan sipil UEA, menyatakan bahwa seluruh biaya akomodasi dan jamuan bagi penumpang yang terdampak serta tertahan akan ditanggung oleh pihak berwenang.
Menurut laporan yang diterbitkan sebelumnya, sekitar 20.200 penumpang terdampak akibat pembatalan atau penjadwalan ulang penerbangan di berbagai bandara di kawasan tersebut. Surat edaran dari Department of Culture and Tourism – Abu Dhabi (DCT Abu Dhabi) kepada sejumlah hotel menyebutkan bahwa tamu yang masa menginapnya telah habis namun tidak dapat bepergian karena keadaan di luar kendali mereka, diminta untuk diperpanjang masa tinggalnya hingga kondisi memungkinkan. Biaya perpanjangan itu akan ditanggung oleh DCT Abu Dhabi.
Langkah serupa juga dilakukan oleh Dubai Department of Economy and Tourism (DET), yang meminta hotel-hotel menawarkan opsi perpanjangan masa inap dengan ketentuan yang sama seperti pemesanan awal. Jika ada tamu yang tidak mampu membayar biaya tambahan, pihak hotel diminta segera melapor ke DET.
Operasional Bandara di Kawasan Terganggu

Sejumlah bandara utama di kawasan Teluk menghentikan operasionalnya. Dubai Airports menangguhkan seluruh penerbangan dari Dubai International Airport (DXB) dan Al Maktoum International Airport (DWC) hingga pemberitahuan lebih lanjut. Salah satu concourse di DXB dilaporkan mengalami kerusakan pada 1 Maret dan menyebabkan empat staf terluka.
Di Abu Dhabi, Zayed International Airport juga menghentikan operasional, setelah serpihan dari pencegatan drone menyebabkan satu orang meninggal dunia dan tujuh lainnya luka-luka. Maskapai nasional Etihad Airways menyatakan penerbangan ditangguhkan hingga Selasa pukul 14.00 waktu setempat, sementara Emirates menghentikan operasional hingga pukul 15.00 waktu setempat pada hari yang sama.
Bandara internasional di Sharjah dan Ras Al Khaimah juga ditutup sementara.
Penangguhan Penerbangan

Gangguan penerbangan turut terjadi di negara-negara Teluk lainnya. Hamad International Airport di Qatar menangguhkan seluruh operasional penerbangan, sementara Qatar Airways menyatakan akan memberikan pembaruan lanjutan pada 3 Maret.
Kuwait juga menutup wilayah udaranya setelah Terminal One di Kuwait International Airport terdampak serangan drone pada 28 Februari yang menyebabkan sembilan pekerja terluka. Otoritas setempat menyatakan proses penilaian kerusakan tengah dilakukan untuk memulihkan operasional secepatnya.
Maskapai Oman Air membatalkan penerbangan ke dan dari sejumlah kota, termasuk Amman, Dubai, Bahrain, Doha, Dammam, dan Kuwait pada 2 Maret, sementara penerbangan lain beroperasi dengan potensi keterlambatan.
Sementara itu, Saudia juga membatalkan penerbangan ke dan dari Amman, Kuwait, Dubai, Abu Dhabi, Doha, Bahrain, Moskow, dan Peshawar hingga 2 Maret pukul 23.59 waktu setempat.





