Evaluasi VAR yang Berlangsung Dua Tahun
Perdebatan mengenai penggunaan Video Assistant Referee (VAR) di sepak bola masih terus berlangsung dan tidak akan segera berakhir. International Football Association Board (IFAB) telah menetapkan proses evaluasi selama dua tahun ke depan, termasuk membuka peluang perluasan uji coba sistem challenge bagi pelatih. Keputusan ini diumumkan dalam pertemuan tahunan IFAB, yang juga menjadi momen peringatan satu dekade sejak persetujuan awal penggunaan VAR.
Selama periode tersebut, teknologi ini telah mengubah banyak momen penting di lapangan, namun tetap mendapat kritik terkait durasi pengecekan dan dampaknya terhadap alur pertandingan. Ketua komite wasit FIFA, Pierluigi Collina, menyatakan bahwa sistem Football Video Support (FVS) kemungkinan akan diuji lebih luas mulai musim depan. Saat ini, model tersebut sudah diterapkan secara terbatas di beberapa negara Eropa.
Dalam sistem challenge, pelatih diberikan dua kesempatan dalam satu laga untuk meminta peninjauan ulang keputusan wasit. Jika permintaan mereka terbukti benar, kesempatan tersebut tetap bisa digunakan kembali. Skema ini dinilai memberi tanggung jawab lebih besar kepada tim, sekaligus mengurangi intervensi langsung dari ruang VAR.
“Besar kemungkinan dalam beberapa pekan ke depan kami membuka kesempatan bagi asosiasi anggota dan operator kompetisi untuk bergabung dalam uji coba musim berikutnya,” ujar Collina.
Konsistensi Keputusan dan Emosi Pertandingan
Sepanjang musim ini, keberadaan VAR kembali menjadi sorotan. Sejumlah pelatih dan suporter mempertanyakan konsistensi keputusan serta lamanya proses pengecekan yang dianggap mengurangi emosi spontan dalam pertandingan. Di Inggris, kepala eksekutif Asosiasi Sepak Bola setempat, Mark Bullingham, menegaskan bahwa menjaga permainan tetap mengalir menjadi prioritas utama.
Ia menilai sistem challenge bisa menjadi jalan tengah karena mengurangi frekuensi intervensi otomatis dari VAR. Namun, FA disebut tidak akan menggunakan opsi peninjauan keputusan sepak pojok melalui VAR, meski aturan tersebut disetujui untuk turnamen internasional tertentu. Bagi mereka, penambahan cakupan seperti itu dikhawatirkan justru memperpanjang durasi pertandingan.
Mencari Keseimbangan yang Ideal
Dengan evaluasi dua tahun yang sedang berjalan, arah kebijakan VAR masih terbuka untuk perubahan. Fokus utama IFAB saat ini bukan sekadar mempertahankan atau menghapus teknologi tersebut, melainkan mencari format yang lebih efisien dan bisa diterima oleh semua pihak. Sepak bola terus berkembang, dan VAR menjadi bagian dari proses itu. Tantangannya kini adalah menemukan keseimbangan antara akurasi keputusan dan menjaga ritme permainan tetap hidup.





