Kondisi Terkini Perang Rusia dan Ukraina
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menegaskan bahwa negaranya belum kalah dalam perang melawan Rusia. Ia menyatakan bahwa pasukan Ukraina berhasil merebut sekitar 300 kilometer persegi wilayah dalam serangan balasan terbaru. Pernyataan ini disampaikan Zelenskyy dalam wawancara dengan Agence France-Press menjelang peringatan keempat perang pada 24 Februari.
Serangan balasan tersebut dilakukan di garis depan selatan, yang menunjukkan bahwa pasukan Ukraina terus bergerak maju. Namun, klaim Zelenskyy mengenai pengambilalihan wilayah tersebut belum dapat diverifikasi secara independen. Beberapa blogger militer menduga kemajuan tersebut terjadi setelah pemadaman besar layanan internet satelit Starlink di wilayah front Ukraina. Layanan itu dimiliki oleh miliarder teknologi Elon Musk.
Zelenskyy juga mengakui bahwa pasukan Ukraina mengalami gangguan akibat pemadaman tersebut. Meskipun demikian, ia menegaskan bahwa pihaknya memanfaatkan situasi ini sebaik mungkin.
Inisiatif Bersama Eropa untuk Pengembangan Drone
Di tengah konflik yang berlanjut, lima kekuatan militer utama Eropa meluncurkan program bersama untuk mengembangkan drone berbiaya rendah. Program ini diumumkan oleh Inggris, Prancis, Jerman, Italia, dan Polandia. Inisiatif tersebut dinamakan Low-Cost Effectors and Autonomous Platforms atau LEAP. Proyek ini bertujuan memperkuat keamanan kolektif dalam aliansi NATO.
Menteri Pertahanan Jerman Boris Pistorius mengatakan proyek ini dirancang untuk mengembangkan sistem pertahanan drone secara cepat dan murah. Ia juga menekankan pentingnya produksi massal dalam waktu singkat. Menteri Negara Inggris Luke Pollard menambahkan bahwa setiap negara anggota telah berkomitmen menyediakan dana jutaan dolar. Targetnya adalah memulai produksi komponen sistem baru dalam waktu 12 bulan.
Intelijen Barat Pernah Peringatkan Invasi Rusia
Amerika Serikat dan Inggris sebenarnya telah mengungkap rencana Vladimir Putin untuk menginvasi Ukraina sebelum perang dimulai. Namun sebagian besar negara Eropa, termasuk Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, awalnya meragukan peringatan tersebut. Hal itu terungkap dalam laporan eksklusif jurnalis Shaun Walker. Laporan tersebut didasarkan pada lebih dari 100 wawancara dengan pejabat intelijen dan sumber internal di berbagai negara.
Menjelang peringatan perang, banyak badan intelijen Eropa kini mengevaluasi kegagalan membaca situasi pada 2022.
Drone Ukraina Serang Fasilitas di Rusia
Sebuah drone Ukraina dilaporkan merusak lokasi di wilayah Udmurtia, Rusia. Informasi itu disampaikan gubernur wilayah tersebut, Alexander Brechalov, pada Sabtu pagi. Ia mengatakan beberapa orang mengalami luka-luka akibat serangan tersebut. Situs Telegram Ukraina Realna Viyna mengklaim target serangan adalah pabrik rudal di kota Votkinsk. Kota itu berjarak sekitar 1.400 kilometer dari wilayah Ukraina. Situs tersebut juga mempublikasikan gambar yang diklaim sebagai bukti serangan.
Dampak Konflik terhadap Perempuan dan Anak-anak
Lebih dari 5.000 perempuan dan anak perempuan dilaporkan tewas di Ukraina sejak invasi Rusia pada Februari 2022. Sekitar 14.000 lainnya mengalami luka-luka. Data tersebut disampaikan kepala UN Women di Jenewa, Sofia Calltorp, kepada wartawan pada Jumat. Ia mengatakan konflik yang berkepanjangan telah memberikan dampak besar terhadap perempuan dan anak-anak di Ukraina.
Ancaman Blokir Pinjaman UE untuk Ukraina
Perdana Menteri Viktor Orbán mengancam akan memveto pinjaman European Union senilai €90 miliar untuk Ukraina. Ancaman itu disampaikan jika Kyiv tidak memulihkan pengiriman minyak Rusia melalui pipa Druzhba yang melintasi wilayahnya. Otoritas Ukraina mengatakan pipa tersebut ditutup setelah mengalami kerusakan akibat serangan Rusia pada Januari.
Penutupan pipa itu memicu kemarahan sekutu Kremlin, termasuk Orbán dan Perdana Menteri Slovakia Robert Fico. “Selama Ukraina memblokir pipa Druzhba, Hongaria akan memblokir pinjaman perang Ukraina sebesar €90 miliar,” kata Orbán melalui Facebook. Ia menegaskan bahwa pemerintahannya tidak akan tunduk pada tekanan.
Penolakan Hongaria terhadap Pinjaman UE untuk Ukraina
Menteri Luar Negeri Hongaria Péter Szijjártó menegaskan negaranya menentang rencana pinjaman European Union untuk Ukraina. Ia menilai Ukraina melanggar perjanjian asosiasi dengan Uni Eropa dengan memblokir transit minyak melalui pipa Druzhba. Pernyataan itu disampaikan Szijjártó melalui platform X pada Jumat. Menurutnya, langkah Kyiv juga berarti mengingkari komitmen kepada Uni Eropa.
“Kami tidak akan menyerah pada pemerasan ini,” tegasnya. Menteri Ekonomi Slovakia Denisa Sakova mengatakan Ukraina menunda dimulainya kembali pengiriman minyak hingga 24 Februari. Fico sebelumnya juga menyatakan keadaan darurat terkait pasokan energi di negaranya. Ia bahkan mengancam akan mengambil langkah balasan jika aliran minyak tidak segera dipulihkan.





