Ular piton masuk ke pemukiman, petugas evakuasi tiga ekor dalam semalam, warga diingatkan waspada

Petugas Saat Mengevakuasi Ular Piton Yang Masuk Ke Rumah Warga Di Kelurahan Jati Sidoarjo 2
Petugas Saat Mengevakuasi Ular Piton Yang Masuk Ke Rumah Warga Di Kelurahan Jati Sidoarjo 2

Petugas Damkar Kabupaten Kediri Menangani Tiga Ular Piton dalam Satu Malam

Petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Damkar) Kabupaten Kediri kembali melakukan evakuasi tiga ular piton dalam satu malam. Kejadian ini terjadi di tiga lokasi berbeda, dengan dua di antaranya ditemukan di kandang ayam warga setelah memangsa ternak.

Ukuran ular yang diamankan cukup besar. Salah satunya memiliki panjang sekitar 2,3 meter dan berat sekitar 15 kilogram, sementara yang lainnya memiliki ukuran sekitar 2,1 meter. Selain dua ekor ular besar, petugas juga menemukan satu ekor piton lebih kecil di lokasi yang berbeda.

Lokasi Penemuan Ular Piton

Lokasi penemuan ular piton tersebar di beberapa wilayah, yaitu Kecamatan Mojo, Ngasem, dan Plemahan. Petugas Damkar langsung bertindak cepat setelah menerima laporan dari warga yang merasa khawatir akan kemunculan ular di sekitar permukiman.

Plt Kasatpol PP Kabupaten Kediri, Kaleb Untung Satrio Wicaksono, menjelaskan bahwa evakuasi dilakukan untuk memastikan keselamatan warga dan menghindari risiko cedera akibat interaksi langsung dengan ular.

“Kami menerima laporan dari masyarakat yang resah karena adanya ular di sekitar permukiman. Dalam satu malam, kami berhasil mengevakuasi tiga ular dari tiga lokasi berbeda,” ujar Kaleb.

Menurutnya, dua dari tiga ular tersebut ditemukan di kandang ayam. Salah satunya bahkan sudah menelan ayam milik warga sebelum akhirnya ditangkap oleh petugas. Proses evakuasi dilakukan menggunakan alat khusus seperti stik ular, meski sempat ada perlawanan dari hewan tersebut.

Proses Evakuasi dan Keselamatan Warga

Proses evakuasi berlangsung dalam waktu sekitar satu jam tanpa menimbulkan korban. Petugas Damkar berhasil mengamankan semua ular tersebut secara aman.

Kaleb menyampaikan bahwa temuan satu ekor piton kecil menjadi pertanda adanya kemungkinan ular-ular besar yang lebih besar berada di sekitar area tersebut. Ia menegaskan bahwa jika ada piton kecil, maka bisa jadi ada indukan atau ular yang lebih besar yang masih berkeliaran.

“Kami memperingatkan masyarakat agar tetap waspada. Ini adalah hal yang perlu kita waspadai bersama,” tambahnya.

Penyebab Kemunculan Ular di Permukiman

Kaleb menduga bahwa kemunculan ular ke permukiman disebabkan oleh berkurangnya sumber makanan di habitat aslinya atau gangguan pada ekosistem. Hal ini membuat ular mencari mangsa di kawasan warga, terutama unggas ternak seperti ayam.

Saat ini, tiga ular yang diamankan sementara berada di pos Damkar sebelum dipindahkan atau dilepasliarkan ke habitat yang jauh dari permukiman. Sampai saat ini, total ada sekitar lima ekor ular yang dirawat sementara oleh petugas Damkar.

Imbauan untuk Masyarakat

Kaleb mengimbau masyarakat agar tidak mencoba menangani sendiri jika menemukan ular atau hewan liar berbahaya lainnya seperti biawak di sekitar rumah. Ia menekankan pentingnya melapor kepada petugas Damkar agar penanganan dilakukan secara aman dan sesuai prosedur.

“Kami siap memberikan pelayanan jika ada laporan hewan liar yang meresahkan. Jangan ditangani sendiri jika tidak memiliki keterampilan,” tegas Kaleb.

Penanganan Berkelanjutan

Petugas Damkar terus melakukan pemantauan di wilayah-wilayah yang sering ditemukan ular. Upaya ini dilakukan untuk memastikan keamanan masyarakat dan menjaga keseimbangan ekosistem di sekitar permukiman.

Dengan adanya penanganan yang tepat dan koordinasi yang baik antara petugas dan masyarakat, diharapkan dapat mengurangi risiko interaksi berbahaya antara manusia dan hewan liar.


Pos terkait