ULTJ targetkan peningkatan penjualan selama momentum Ramadan-Lebaran 2026

Aa1fq2ty
Aa1fq2ty



JAKARTA – Musim Ramadan dan Lebaran sering kali menjadi momen penting bagi berbagai perusahaan, termasuk di sektor konsumer. Salah satunya adalah PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ), yang menganggap periode ini sebagai peluang untuk meningkatkan penjualan produknya.

Corporate Secretary ULTJ, Helina Widayani, menyampaikan bahwa perusahaan optimis dengan prospek permintaan selama Ramadan hingga Idulfitri. Ia menilai, tingkat konsumsi masyarakat cenderung meningkat pada masa tersebut, sehingga memberikan dampak positif terhadap bisnis.

“Kami melihat adanya potensi kenaikan penjualan yang signifikan selama momentum Ramadan dan Lebaran tahun 2026,” ujar Helina dalam wawancara dengan media.

Dari sisi produk, ULTJ mengandalkan lini UHT (Ultra Heat Treatment) sebagai andalan utama. Selain itu, perusahaan juga berharap lini non dairy seperti Teh Kotak dan Sari Kacang Ijo bisa mencatatkan peningkatan penjualan.

Untuk memaksimalkan peluang ini, ULTJ akan fokus pada penguatan jaringan distribusi dan kesiapan logistik. Hal ini dilakukan guna mengantisipasi lonjakan permintaan yang bisa terjadi selama musim tersebut.

Meski demikian, dalam beberapa tahun terakhir, kontribusi Ramadan-Lebaran terhadap pertumbuhan penjualan ULTJ dinilai belum begitu signifikan. Hal ini disampaikan oleh Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Abdul Azis Setyo Wibowo.

Menurut Azis, momentum Ramadan biasanya memberikan dampak positif terhadap ULTJ. Peningkatan konsumsi minuman selama puasa dan Lebaran, baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun perjalanan mudik, menjadi faktor utamanya.

“Dampak dari momentum ini biasanya terlihat pada kenaikan volume penjualan secara kuartalan, meskipun bersifat musiman dan tidak mengubah tren tahunan secara signifikan,” ujar Azis dalam wawancara dengan media.

Dalam jangka panjang, Azis tetap optimis terhadap prospek ULTJ. Pertumbuhan konsumsi domestik yang stabil dan ekspansi distribusi menjadi alasan utamanya. Namun, ia juga menyebutkan beberapa tantangan yang dihadapi perusahaan, seperti volatilitas harga bahan baku, tekanan margin, serta persaingan ketat di industri minuman.

“Kunci keberlanjutan kinerja ULTJ ada pada efisiensi biaya dan inovasi produk,” tambah Azis. Ia merekomendasikan saham ULTJ dengan target harga Rp 1.750.

Hingga akhir perdagangan sesi I Jumat (20/2/2026), harga saham ULTJ berada di posisi Rp 1.655 per saham atau menguat 3,12% dibandingkan perdagangan hari sebelumnya. Secara tahun berjalan, pergerakan harga saham ini telah menguat sebesar 14,93%.

Strategi Perusahaan dalam Menghadapi Momen Ramadan dan Lebaran

Berikut beberapa strategi yang diterapkan ULTJ dalam menghadapi momen Ramadan dan Lebaran:

  • Peningkatan distribusi: ULTJ memperkuat jaringan distribusi agar dapat mencapai pasar lebih luas dan memastikan ketersediaan produk.
  • Pemantauan logistik: Perusahaan memastikan kesiapan logistik untuk menghadapi potensi lonjakan permintaan.
  • Inovasi produk: Perusahaan terus melakukan inovasi untuk memenuhi kebutuhan konsumen dan meningkatkan daya saing.
  • Fokus pada produk utama: Lini UHT tetap menjadi prioritas utama karena memiliki permintaan yang stabil.
  • Ekspansi pasar: ULTJ terus memperluas distribusi untuk memperkuat posisi di pasar.

Tantangan yang Dihadapi ULTJ

Meski memiliki potensi yang baik, ULTJ juga menghadapi beberapa tantangan, antara lain:

  • Volatilitas harga bahan baku: Harga bahan baku yang tidak stabil dapat memengaruhi biaya produksi dan margin keuntungan.
  • Tekanan margin: Persaingan ketat di pasar dapat memicu tekanan pada margin keuntungan.
  • Persaingan di industri minuman: ULTJ harus bersaing dengan merek-merek lain yang juga memiliki pangsa pasar yang kuat.

Rekomendasi Investasi

Berdasarkan analisis dari Kiwoom Sekuritas Indonesia, saham ULTJ direkomendasikan sebagai trading buy dengan target harga Rp 1.750. Rekomendasi ini didasarkan pada prospek jangka panjang dan potensi pertumbuhan yang masih ada.

Dengan peningkatan penjualan yang diharapkan selama Ramadan dan Lebaran, serta strategi yang terencana, ULTJ berpotensi untuk terus berkembang dan mempertahankan posisinya di pasar.

Pos terkait