Pembalap asal Malaysia, Hakim Danish, merasa kecewa terhadap hasil yang diraihnya dalam sesi balapan Moto3 Thailand 2026, yang berlangsung pada hari Minggu (1/3/2026).
Sesi Moto3 Thailand 2026 yang digelar di Sirkuit International Chang, Buriram, Thailand, mencapai puncaknya dengan balapan sebanyak 19 lap. Pada ajang ini, perhatian khusus tertuju kepada pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama, yang menunjukkan performa yang menjanjikan sejak hari pertama.
Mengaspal untuk Honda Team Asia, Veda memulai perjuangannya sebagai debutan di kelas Moto3 dari posisi kelima setelah catatan gemilang saat kualifikasi.

Dari posisi tersebut, rider berusia 17 tahun itu sempat melejit ke zona podium dengan berada di urutan ketiga pada pertengahan lomba. Namun, Veda tidak mampu mempertahankan posisinya dan melorot ke urutan keenam hingga akhirnya finis di posisi kelima pada seri pembuka ini.
Meskipun gagal mempertahankan momentum podiumnya, aksi Veda menjadi sorotan karena dia adalah seorang debutan. Performanya memberikan semangat tersendiri bagi rider dari kawasan Asia Tenggara atau ASEAN di pentas persaingan Moto3 musim ini.
Selain Veda, Hakim Danish juga membawa gengsi kawasan ASEAN dengan aksinya di bawah bendera Malaysia. Rider yang memperkuat tim MSi Racing itu belum mampu tampil maksimal seperti Veda sebagai rookie.
Kesulitan sejak babak kualifikasi membuat Danish mengamankan start dari posisi ke-15 sebelum akhirnya melorot dan finis di urutan ke-18. Raut wajah rider berusia 18 tahun itu berubah dari optimistis bisa mendapatkan poin usai kualifikasi menjadi kecewa.
Hasil finis di posisi ke-18 ini membuat Danish gagal membawa satu poin dari Moto3 Thailand 2026, yang merupakan hal yang tidak diinginkan.
“Saya selesai di posisi ke-18, ini bukan hasil yang saya inginkan,” ujar Danish.
Lebih lanjut, Danish menyatakan bahwa ia telah berusaha semaksimal mungkin untuk mengejar para rivalnya di depan. Namun, keterbatasan dalam memanfaatkan potensi motor menjadi kendala sehingga ia harus pulang tanpa poin.
“Saya mencoba mengikuti kelompok depan, tetapi mereka sangat cepat. Saya perlu terus meningkatkan kemampuan dan mencari ritme yang tepat dengan motor ini,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Danish enggan merasa kecewa. Ia sudah menegaskan tekadnya untuk bangkit menghadapi seri berikutnya. Evaluasi segera dilakukan oleh Danish, termasuk memperbaiki cara membawa motor, teknik memasuki tikungan, dan pengereman.
Selain itu, ia juga merasa perlu memperbaiki komunikasi dengan para kru untuk mendapatkan setelan motor yang lebih baik.
“Untuk balapan selanjutnya, saya akan lebih fokus pada kemampuan balap saya,” kata Danish.
“Terutama dari pengereman, entry corner, dan meningkatkan komunikasi dengan tim agar kami dapat menemukan setelan yang lebih baik,” imbuhnya.





