Pembalap asal Malaysia, Hakim Danish, tidak perlu merasa khawatir meskipun menghadapi balapan pertama musim ini di Moto3 Thailand 2026 dengan hasil yang kurang memuaskan.
Balapan Moto3 2026 yang digelar di Sirkuit International Chang, Buriram, Thailand pada akhir pekan lalu menunjukkan persaingan ketat antara para pembalap Asia Tenggara atau ASEAN. Dua dari mereka adalah Veda Ega Pratama dan Hakim Danish, keduanya tergolong sebagai rookie atau pemula di kelas teringan dalam ajang balap motor MotoGP.
Meski sama-sama sebagai pendatang baru, performa dan hasil yang diraih oleh Veda dan Danish sangat berbeda selama balapan sepanjang 19 putaran. Veda Ega Pratama, yang membela Honda Team Asia, tampil lebih kompetitif bahkan sejak hari pertama Moto3 Thailand 2026 berlangsung.
Pembalap asal Gunungkidul, Yogyakarta tersebut bahkan langsung mampu melaju ke kualifikasi 2 (Q2) untuk mendapatkan kesempatan start dari posisi-posisi depan. Berkat waktu lapnya yang baik, Veda berhasil meraih start dari urutan kelima. Selama balapan, dia sempat berada di zona podium, tepatnya di urutan ketiga.
Namun, momentum itu tidak bisa dipertahankan. Veda perlahan melorot hingga posisi keenam sebelum akhirnya finis di urutan kelima.
Sementara itu, Hakim Danish yang membela MSi Racing Team justru tampak kesulitan menemukan sentuhan terbaiknya. Pembalap Malaysia ini harus merangkak dari babak Q1 sebelum akhirnya lolos ke Q2 dan start dari urutan ke-15.
Start dari zona poin seharusnya bisa dimanfaatkan oleh Danish, tetapi dia justru tidak mampu bersaing dan harus terlempar ke posisi ke-18 saat mengakhiri lomba. Kegagalan dalam mengamankan angka pada seri pembuka ini tentunya membuat Danish kecewa.
Aksi Danish pada Moto3 Thailand 2026 menarik perhatian dari mentornya sekaligus legenda MotoGP Malaysia, Zulfahmi Khairuddin. Pria yang pernah meraih dua podium di kelas Moto3 pada musim 2012 menyatakan bahwa Danish tidak perlu merasa kecewa karena ini merupakan musim perdananya.
Hasil di Thailand kemarin dinilai sebagai pembelajaran bagi Danish untuk berbenah menghadapi seri berikutnya. Khairuddin percaya bahwa hasil kurang memuaskan ini adalah bagian dari proses yang harus dijalani oleh pembalap pemula.
“Hasil ini (posisi ke-18) tentu bukan hasil yang memuaskan, namun saya percaya ini adalah bagian dari proses pembelajaran pembalap pemula,” ujarnya.
Meski sudah mencicipi kelas ini sejak akhir musim lalu, Khairuddin menilai bahwa Danish tampak berbeda dari cara dia membalap.
“Danish terlihat lebih kuat di 3 lap terakhir musim lalu, tetapi sekarang sangat berbeda,” katanya menjelaskan.
“Ada banyak area yang perlu kami tingkatkan, terutama dalam hal bagaimana Danish mengendalikan motor KTM. Dia masih perlu banyak memahami cara mengoperasikannya.”
“Dia juga harus belajar berkomunikasi dengan timnya (kru) dengan lebih baik agar pengaturan motor dapat disesuaikan dengan gaya balapnya.”
“Tentu saja dia masih memiliki jalan panjang yang harus ditempuh.”
“Saya akan selalu mendukung perkembangannya dan mendorongnya untuk kembali lebih kuat,” tambahnya.





