Video Daging Berulat di MBG Kupang NTT Viral, Bupati Yosef Lede Siap Tindak Tegas SPPG

Img 20240523 Wa0064 1
Img 20240523 Wa0064 1

Video Daging Berulat di Program Makan Bergizi Gratis Viral di Kabupaten Kupang

Video yang menunjukkan daging berisi belatung dalam paket makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), menjadi sorotan publik setelah viral di media sosial. Kejadian ini terjadi di SD Negeri Nekon, Kecamatan Fatuleu, dan memicu kekhawatiran masyarakat terhadap kualitas pangan yang diberikan kepada anak-anak.

Rekaman berdurasi sekitar 40 detik tersebut menampilkan seorang ibu yang membuka kotak makanan dan menunjukkan potongan daging yang diduga mengandung belatung. Suara dalam rekaman menyebutkan bahwa anak-anak di sekolah tersebut makan makanan tersebut. Video ini kini ramai dibahas oleh warganet dan menimbulkan pertanyaan tentang proses pengawasan kualitas makanan dalam pelaksanaan MBG.

Dalam video tersebut, narasi menyebutkan bahwa paket makanan tidak hanya dibagikan kepada siswa di SD Negeri Nekon, tetapi juga disalurkan ke Posyandu Oebaha di Desa Tolnaku, Kabupaten Kupang. Hingga saat ini, belum ada informasi resmi mengenai jumlah paket yang diduga bermasalah.

Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran luas terhadap standar keamanan pangan dalam pelaksanaan program MBG. Warga mulai mempertanyakan mekanisme pengawasan kualitas makanan, mulai dari pengadaan bahan baku hingga distribusi dan pengolahan sebelum diberikan kepada siswa dan balita.

Berdasarkan informasi yang dikumpulkan, Bupati Kupang, Yosef Lede, telah memanggil pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Camplong untuk dimintai klarifikasi atas kejadian tersebut. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak akan mentolerir kelalaian dalam penyediaan makanan bagi anak-anak.

“Jika masih terjadi lagi, kami bisa memberikan sanksi penutupan untuk SPPG. Pokoknya tidak boleh terjadi lagi. Kami sudah panggil pengelolanya,” ujar Yosef di Kupang, Jumat (27/2/2026).

Menurut Yosef, kejadian ini menjadi peringatan keras bagi seluruh pengelola program agar lebih berhati-hati dan memastikan setiap tahapan pengolahan makanan memenuhi standar kebersihan dan kelayakan konsumsi. “Kejadian itu hanya terjadi terakhir kali, kalau sampai masih terjadi berarti diberi sanksi yang cukup berat,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa pemerintah daerah akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG di Kabupaten Kupang guna memastikan peristiwa serupa tidak terulang. Pemerintah juga berkomitmen menjaga kualitas makanan yang didistribusikan agar benar-benar memenuhi tujuan program, yakni meningkatkan gizi anak-anak di daerah tersebut.

Tanggapan Masyarakat dan Harapan ke Depan

Masyarakat mulai memperhatikan lebih dekat proses pengadaan dan distribusi makanan dalam program MBG. Banyak orang mengingatkan pentingnya transparansi dan partisipasi aktif dalam memantau kualitas makanan yang diterima oleh anak-anak.

Beberapa langkah yang direkomendasikan antara lain:
* Peningkatan pengawasan oleh pihak berwenang terhadap seluruh tahapan produksi dan distribusi makanan.
* Pelibatan masyarakat dalam monitoring kualitas makanan melalui pengawasan komunitas.
* Pelatihan dan edukasi bagi pengelola program tentang standar kebersihan dan kesehatan pangan.

Selain itu, masyarakat juga berharap adanya sistem pelaporan yang efektif dan cepat untuk menangani keluhan atau masalah yang muncul dalam pelaksanaan program. Hal ini akan memastikan bahwa setiap keluhan dapat segera ditangani dan mencegah terulangnya kejadian serupa.

Pemerintah daerah diharapkan dapat menjadikan kasus ini sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan dan pendidikan di wilayah tersebut. Dengan demikian, anak-anak di Kabupaten Kupang dapat mendapatkan perlindungan dan kesempatan yang sama dalam memperoleh makanan bergizi dan aman.

Pos terkait