Video: Pesawat Tanpa Awak MQ-9 AS Hancur Dihancurkan Pertahanan Iran: Langit Teheran Terbakar

2a5e7ef0 6837 11ee 96c8 4391ee8a401a 3
2a5e7ef0 6837 11ee 96c8 4391ee8a401a 3

Eskalasi Ketegangan di Timur Tengah

Ketegangan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel memasuki babak baru yang sangat mencekam. Sebuah rekaman video memperlihatkan detik-detik dramatis saat drone canggih milik militer Amerika Serikat, MQ-9 Reaper, dihancurkan oleh sistem pertahanan udara Iran di wilayah selatan negara tersebut. Pasukan Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengonfirmasi bahwa mereka telah menembak jatuh drone tersebut saat melintas di wilayah kendali Teheran.

Pihak IRGC mengeluarkan ancaman keras bahwa wilayah udara Iran adalah hak penuh mereka, dan setiap pergerakan pesawat musuh yang melintas tanpa izin akan langsung ditembak jatuh. Serangan ini terjadi pada Minggu, 1 Maret 2026, sebagai bagian dari operasi balasan besar-besaran yang diluncurkan Iran terhadap pangkalan militer Amerika Serikat dan Israel.

Blokade Selat Hormuz dan Serangan Kapal Tanker

Kemarahan Iran dipicu oleh tewasnya Pemimpin Tertinggi mereka, Ayatullah Ali Khamenei, akibat serangan gabungan AS dan Israel pada akhir Februari lalu. Sebagai bentuk pembalasan, Teheran secara resmi menutup Selat Hormuz, jalur pelayaran paling strategis bagi perdagangan energi global.

Setidaknya tiga kapal tanker dilaporkan menjadi sasaran serangan proyektil dan drone di sekitar perairan Oman dan Uni Emirat Arab. Meskipun seluruh awak kapal dilaporkan selamat, media Iran mengklaim salah satu kapal tanker minyak berhasil ditenggelamkan, dengan kepulan asap hitam tebal terlihat membumbung tinggi di perairan tersebut. Langkah ini mengancam stabilitas energi dunia, mengingat seperempat pasokan minyak global melewati jalur ini.

Reaksi Keras China dan Kepentingan Ekonomi

China sebagai sekutu ekonomi utama Iran mengutuk keras serangan yang menewaskan Ali Khamenei. Beijing menilai aksi militer tersebut telah melewati “garis merah”, terutama karena dilakukan di tengah proses negosiasi diplomatik. China memiliki kepentingan vital karena mereka menyerap lebih dari 80 persen total ekspor minyak Iran. Gangguan pada pasokan ini tentu berdampak langsung pada ketahanan energi China yang sangat bergantung pada diskon besar dari Teheran.

Pangkalan Militer AS di Irak Menjadi Sasaran

Eskalasi juga merembet ke wilayah Irak. Kelompok perlawanan Islam, Saraya Aulia al-Dam, mengaku bertanggung jawab atas serangan drone besar-besaran yang menargetkan pangkalan militer Amerika Serikat di Bandara Erbil, Kurdistan. Mereka menegaskan bahwa serangan tersebut adalah bentuk dukungan mutlak bagi Republik Islam Iran atas kematian pemimpin tertinggi mereka. Kobaran api dan asap tebal dilaporkan terlihat menyelimuti area bandara setelah serangan terjadi.

Penghancuran Radar Canggih THAD

Tak berhenti di situ, IRGC juga melaporkan keberhasilan mereka menghancurkan radar pertahanan rudal canggih Amerika Serikat, THAD, yang berada di wilayah Al Ruwais, Uni Emirat Arab. Selain itu, sebuah kapal pengisian bahan bakar milik kelompok kapal induk AS di Samudra Hindia juga dihantam rudal presisi hingga tidak lagi bisa beroperasi.

Operasi yang dinamakan “Janji Sejati 4” ini menjadi bukti nyata bahwa Iran telah mengerahkan seluruh kekuatan unit rudal anti-kapal dan pesawat tak berawaknya untuk melacak serta menyerang armada laut Amerika Serikat di kawasan tersebut sebagai respons atas gugurnya para pejabat tinggi Teheran.






Pos terkait