Video viral penganiayaan di Samarinda Seberang, diduga terkait dendam pribadi

Polisi Saat Menggelar Jumpa Pers Kasus Pembunuhan Pria Yang Baru Menikah Di Samarinda 169
Polisi Saat Menggelar Jumpa Pers Kasus Pembunuhan Pria Yang Baru Menikah Di Samarinda 169

Peristiwa Keributan di Acara Beduk Sahur di Samarinda Seberang

Pada hari Sabtu (28/02/2026), sebuah video yang viral di media sosial menampilkan peristiwa keributan yang terjadi saat acara Beduk Sahur di Jalan Bung Tomo, Sungai Keledang, Kota Samarinda, Kalimantan Timur. Peristiwa ini berlangsung di sekitar area yang berseberangan dengan masjid Ash Shabirin.

Video tersebut menunjukkan aksi pemukulan yang tidak jelas asal muasalnya. Dari pengamatan awal, kejadian tersebut terjadi di salah satu cafe yang berada di dekat lokasi acara. Informasi yang diperoleh menyebutkan bahwa seorang pria berbaju putih diduga membawa senjata tajam jenis badik. Namun, setelah dikelilingi oleh massa, ternyata alat tersebut tidak terbukti sebagai senjata tajam.

Selain dugaan penikaman, muncul berbagai informasi liar mengenai kejadian tersebut. Salah satunya adalah tuduhan bahwa pria tersebut kedapatan mencuri sebuah handphone. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan, hal tersebut juga tidak terbukti.

Radit (21), seorang warga asal Harapan Baru, mengungkapkan bahwa informasi mengenai kejadian tersebut masih simpang siur. Ia menjelaskan:

“Ada yang bilang penikaman, ada yang bilang pembunuhan, ada juga yang bilang pencurian, jadi bingung kita ini.”

Ia menambahkan bahwa banyak orang yang ikut serta memukul sang terduga korban. Hal serupa juga disampaikan oleh Aldi (22), seorang relawan yang berada di dekat lokasi kejadian. Menurutnya, jumlah warga yang turut serta dalam pemukulan sangat banyak.

Berdasarkan informasi yang didapat, ada indikasi adanya dendam kesumat dari tahun 2025. Aldi mengatakan:

“Informasi dari anak-anak soal dendam kesumat itu sering muncul, makanya tadi saya suruh balik langsung aja daripada makin ribut lagi.”

Tidak jauh dari lokasi kejadian, terlihat mobil Beat Samapta Polsek Samarinda Seberang. Mobil tersebut langsung didatangi oleh petugas. Saat ditanya mengenai kejadian tersebut, mereka mengatakan bahwa keributan terjadi di dua tempat kejadian perkara (TKP) yang diduga memiliki unsur yang sama. Oleh karena itu, mereka mengarahkan wartawan untuk menghubungi Polsekta Samarinda Seberang.

Saat berusaha mengonfirmasi informasi lebih lanjut kepada pihak Reskrim Polsek Samarinda Seberang, mereka belum dapat memberikan hasil yang jelas. Anggota Reskrim tersebut menjawab:

“Nanti ya mas, soalnya kita belum dapat informasi yang jelas.”

Peristiwa ini masih menjadi pertanyaan besar bagi masyarakat setempat. Mereka berharap pihak berwajib dapat segera mengungkap fakta sebenarnya dan memberikan kejelasan mengenai apa yang sebenarnya terjadi.

Pos terkait