Vidio.com Bayar Royalti, LMKN Dorong Platform Digital Lain Ikut Patuh Jadi Tanda Kematangan Industri Digital

Img 20200201 061816
Img 20200201 061816

Kepatuhan Vidio.com dalam Pembayaran Royalti Sebagai Tanda Perubahan

Pembayaran royalti lagu dan/atau musik yang dilakukan oleh Vidio.com tidak hanya sekadar kewajiban administratif, tetapi juga menjadi tanda penting menuju tata kelola industri digital yang lebih adil. Langkah ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN). Dengan kepatuhan tersebut, diharapkan dapat menjadi contoh positif bagi platform digital lainnya.

Kesadaran terhadap Nilai Ekonomi Musik

Ketua LMKN, Andi Mulhanan Tombolotutu, menilai bahwa kepatuhan dari platform penyedia layanan digital (DSP) dalam membayar royalti menunjukkan kesadaran bahwa musik bukan hanya elemen pendukung konten, tetapi juga merupakan karya intelektual yang memiliki nilai ekonomi bagi penciptanya. Menurutnya, penggunaan musik di platform digital—baik dalam layanan streaming, siaran langsung, maupun konten berbasis langganan—masih tergolong sebagai penggunaan komersial. Oleh karena itu, setiap penggunaan harus disertai dengan lisensi dan pembayaran royalti sesuai aturan Undang-Undang Hak Cipta.

“Royalti yang kami himpun akan dikembalikan kepada para pencipta dan pemilik hak terkait berdasarkan data pemakaian karya. Ini adalah mekanisme agar hak ekonomi mereka benar-benar terlindungi di era digital,” ujarnya.

Pendekatan Dialog dan Sosialisasi

LMKN terus mengedepankan pendekatan dialog dan sosialisasi kepada para penyedia layanan digital. Namun, Andi menegaskan bahwa kepatuhan bukanlah pilihan, melainkan kewajiban hukum. Hal ini penting untuk memastikan bahwa semua pihak memahami tanggung jawab mereka dalam menjaga hak cipta musik.

Regulasi dan Pertumbuhan Industri Digital

Sementara itu, Komisioner LMKN Bidang Lisensi, Ahmad Ali Fahmi, menyebut langkah Vidio.com sebagai contoh konkret bagaimana regulasi dapat berjalan seiring dengan pertumbuhan industri. Di tengah masifnya perkembangan platform digital, kepastian pembayaran royalti menjadi fondasi penting agar ekosistem kreatif tetap berkelanjutan.

“Di tengah masifnya perkembangan platform digital, kepastian pembayaran royalti menjadi fondasi penting agar ekosistem kreatif tetap berkelanjutan,” jelasnya.

Harapan untuk Platform Digital Lain

LMKN berharap langkah Vidio.com dapat diikuti oleh platform digital global lain yang beroperasi di Indonesia, seperti Apple Music, YouTube, Spotify, TikTok, serta DSP lainnya yang memanfaatkan karya musik secara komersial. Dengan demikian, seluruh industri digital dapat bekerja sama dalam menjaga hak cipta dan memberikan perlindungan yang layak bagi para pencipta musik.

Ahmad Ali Fahmi menegaskan, keberlanjutan industri kreatif sangat bergantung pada kepastian perlindungan hak cipta. Tanpa sistem royalti yang berjalan baik, produktivitas pencipta musik akan terancam.

“Komitmen DSP yang patuh membayar royalti adalah kunci terciptanya industri digital yang adil, sehat, dan menghargai kerja kreatif para musisi Indonesia,” pungkasnya.


Pos terkait