Gubernur DKI Jakarta Tegaskan Tidak Akan Biarkan Hutan Kota Cawang Disalahgunakan
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menunjukkan reaksi tegas terkait kembali munculnya isu penyalahgunaan Hutan Kota Cawang di Kecamatan Makasar, Jakarta Timur. Area yang seharusnya menjadi paru-paru kota ini kembali disebut sebagai lokasi aktivitas pesta sesama jenis dan praktik prostitusi.
Isu ini kembali mencuat setelah sebuah video viral di media sosial. Fenomena ini seperti luka lama yang kembali terbuka, mengingat kejadian serupa pernah terungkap pada tahun 2023 lalu. Meskipun saat itu Satpol PP telah memasang pagar dan melakukan penjagaan, para oknum dilaporkan tetap nekat masuk melalui celah-celah sempit pagar taman.
Menanggapi laporan tersebut, Pramono Anung menegaskan bahwa tidak akan memberi ruang bagi aktivitas yang melanggar norma dan hukum di fasilitas umum milik Pemprov DKI. Ia menyatakan akan segera menindaklanjuti masalah ini dengan meminta Satpol PP DKI untuk segera membersihkan area tersebut.
“Jakarta tidak boleh ada tempat-tempat seperti itu,” tegas Pramono saat ditemui di kawasan Cipayung, Jakarta Timur, Sabtu (28/2/2026) malam.
Langkah Tegas: Pengawasan Lebih Ketat
Pramono Anung menekankan bahwa ruang publik harus berfungsi sebagaimana mestinya, yakni sebagai tempat interaksi warga yang aman dan tertib. Ia tidak ingin taman-taman di Jakarta disalahgunakan untuk kegiatan negatif.
Sebagai solusi jangka panjang, Pemprov DKI berencana memperketat pengawasan di titik-titik rawan melalui dua cara utama:
- Digitalisasi pengawasan dengan memperbanyak pemasangan kamera CCTV di sudut-sudut tersembunyi.
- Patroli intensif dengan menugaskan personel Satpol PP untuk melakukan penyisiran rutin di lokasi-lokasi yang dinilai rawan penyalahgunaan.
“Semuanya akan kami perlakukan sama, termasuk pemasangan CCTV,” pungkasnya.
Tujuan Membangun Ruang Terbuka Hijau yang Nyaman
Langkah-langkah ini diharapkan dapat mengembalikan fungsi Hutan Kota Cawang sebagai ruang terbuka hijau yang nyaman bagi keluarga dan masyarakat umum. Selain itu, langkah tersebut juga bertujuan memberikan efek jera bagi para pelanggar ketertiban umum.
Dengan pengawasan yang lebih ketat dan pemanfaatan teknologi, Pemprov DKI berupaya memastikan bahwa taman-taman di Jakarta tetap menjadi tempat yang aman dan bermanfaat bagi seluruh warga.





